Penulis: Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Diskusi publik “Optimalisasi Pelayanan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)” yang diinisiasi Komunitas Wartawan Gresik (KWG) kerja sama dengan DPRD Gresik, terungkap kinerja yang dilakukan tiga BUMD.

Kegiatan digelar di Hotel Horison, GKB, Jumat (16/9/2022), kemarin diikuti tiga Direktur Utama BUMD, yaitu, Dirut Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi, Dirut PT Gresik Migas Habibullah, dan Dirut PD BPR Bank Gresik Al Kusani.
“Sejauh ini, keberadaan tiga BUMD belum banyak memberikan kontribusi untuk PAD Kabupaten Gresik,” ucap Ketua DPRD Gresik, H Much Abdul Qodir, yang kompak diamini tiga unsur pimpinan lainnya, yakni Wakil Ketua Hj Nur Sadah, H Ahmad Nurhamim, dan H Mujid Riduan saat menjadi nara sumber.
“Untuk itu, saya mendorong agar tiga Dirut BUMD memaksimalkan perannya masing-masing untuk berkontribusi terhadap pendapatan daerah,” imbuh Ketua DPRD Gresik yang hari ini bertepatan dengan Hari Lahirnya, Sabtu – 17 September 2022.
Menanggapi masukan dan kritikan para petinggi dewan, Dirut PD BPR Bank Gresik Al Kusani dengan tegas menyatakan, pihaknya terus berusaha maksimal mencari terobosan untuk memajukan perusahaan dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Alhamdulilah, tahun 2022 ini target PAD yang bisa kami kontribusikan ke pemerintah daerah Rp 1 miliar. Ada kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 600 juta,” tandas Al Kusani.
Saat ini, BPR Bank Gresik telah menjalankan sejumlah program untuk memajukan perusahaan. Antara lain, kredit umum mudah murah dengan bunga 1% per bulan, promo kredit merdeka dengan bunga 1%, kredit ultra mikro mudah murah dengan bunga 1%, kredit pegawai mudah murah dengan bungah 1,0%, kredit ASN mudah murah dengan bunga 0,8%, dan kredit ultra mikro bandar grisse.
“Kami juga melakukan sejumlah inovasi program untuk membantu para nelayan, petani, pedagang pasar, dan masyarakat lain untuk menjadi nasabah atau pinjam di PD BPR dengan bunga terjangkau. Dan, sejumlah inovasi lain,” bebernya.

Senada juga dikatakan Habibullah. Dirut PT Gresik Migas ini menegaskan telah memberikan kontribusi untuk PAD Rp 1 miliar. Pada bulan April 2022 Gresik Migas telah menyetor PAD Rp 1 miliar.
Tak hanya itu, Gresik Migas saat ini tengah melakukan kerja-kerja untuk kemajuan perusahaan. Diantaranya tengah membangun sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Khusus (SPBK). Seperti untuk melayani nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Campurrejo, Kecamatan Panceng.
“Di akhir bulan Agustus sudah dapat izin dari Kementerian KKP untuk SPBK di Campurrejo. Untuk penyaluran BBM subsidi bagi nelayan ada penetapan.Sudah ada pendataan nelayan. Kita ada dana untuk penebusan DO BBM subsidi,” jelasnya.
Gresik Migas, sambung Habibullah, juga tengah proses lakukan layanan permintaan gas ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE). Gresik Migas saat ini juga tengah berupaya mengelola sumur minyak tua, dengan cara melakukan pendekatan kepada pemilik lahan.

“Selain itu, Gresik Migas juga tengah melakukan pembangunan jaringan untuk melayani jaringan gas kepada masyarakat. Salah satunya di wilayah Kecamatan Cerme nantinya ada 4000 jaringan gas,” terangnya.
Di tempat yang Dirut Perumda Giri Tirta Gresik Kurnia Suryandi menyatakan, saat ini Perumda Giri Tirta belum bisa memberikan kontribusi PAD. Sebab, perusahaan harus menuntaskan pekerjaan rumah (PR) yang besar, karena memiliki tinggalan piutang cukup besar yang harus dituntaskan.
Dijelaskan, usaha jual air yang dikelola Perumda masih mengalami kerugian cukup besar. Awalnya mengalami kerugian Rp 3 miliar setiap bulan. Namun, terus bisa ditekan. Saat ini kerugian bisa ditekan hingga Rp 1 miliar setiap bulan.
“Kerugian itu selain faktor harga air yang kami jual ke rumah tangga lebih rendah dari harga produksi, juga terjadinya kebocoran karena pipa yang sudah usia tua,” ungkapnya.
Disebutkan, untuk menekan kerugian itu, perusahaan saat ini tengah gencar melakukan pengembangan di pasar industri (perusahaan) untuk layanan kebutuhan air.
Antara lain, kontrak dengan JIIPE yang membutuhkan air 350 liter per detik (lpd). Kemudian, dengan Kawasan Industri Maspion, PT Wings, PT Smelting, dan PT Wilmar Nabati.
“Kami juga akan kerja sama dengan perusahaan lain untuk kebutuhan air. Kami bisa intervensi. Regulasinya ada,” paparnya.
Ditambahkan, Perumda Giri Tirta saat ini tengah gencar melakukan sambungan baru untuk melayani rumah tangga, guna menekan jumlah waiting list (daftar tunggu).
“Saat ini, kami tengah layani 4.100 sambungan di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Mohon doanya, semoga ikhtiar kami membuahkan hasil, sehingga bisa turut menyumbang PAD,” pungkasnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















