Penulis: Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Gresik menggelar Pengajian Akbar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1444 Hijriyah. Pengajian ini diselenggarakan di Halaman Kantor Kemenag Gresik. Kamis, (20/10/2022).

Pengajian bertema ” Meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW sebagai teladan dan motivator moderasi Beragama” menghadirkan Kepala Kantor Kemenag Gresik Drs. KH. Sahid, MM, Kasubag TU Moh. Qoyyim dan jajaran kepala seksi di lingkungan Kemenag Gresik.
Acara ini juga diikuti oleh keluarga besar DWP Kemenag Kab. Gresik, seluruh Karyawan Kantor, Seluruh Kepala KUA, Pengawas Madrasah, Kepala Satker, DWP Kemenag Gresik dan semua Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Gresik dengan total undangan sebanyak 300 orang.

Ketua Panitia Maulid yang juga Penyuluh Agama Islam Fungsional Imam Chambali mengatakan bahwa pengajian ini bertujuan untuk menguatkan program Moderasi Beragama sekaligus sebagai ajang silaturahmi Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Gresik.
“Acara ini luar biasa dan terasa spesial berkat dukungan dari Kepala Kantor dan Satker dilingkungan Kemenag Gresik. Bantuan dana dan support dari seluruh pimpinan, kepala KUA, sponshorship dan teman-teman Penyuluh Agama,” kata Imam Chambali.
Kasi Bimas Islam mengatakan bahwa program ini adalah bagian dari tupoksi Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam yaitu Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). “Semua acara ini diisi oleh penyuluh semua, dari MC, Qori’, Banjari, Penceramah dan Petugas Do’a dari penyuluh semua. Ini untuk menunjukkan bahwa Potensi Penyuluh Agama Isalam di Kab. Gresik beragam dan luar biasa,” sambutnya.

Kepala Kemenag Gresik KH. Sahid menyambut positif kegiatan yang dimotori oleh Seksi Bimbingan Islam dengan Penyuluh Agama Islamnya. ” Ini upaya sinergis antar penyuluh yang patut kita apresiasi. Baru kali ini dari Penyuluh Agama mengadakan kegiatan yang luar biasa,” pujinya.
Beliau mengakui peran penyuluh sangat vital bagi pencerahan umat, terkait fungsi penyuluh agama ia menimpali bahwa fungsi penyuluh agama yakni fungsi informasi, komunikaai, motivasi, konseling, edukasi, fasilitasi dan advokasi ditambah 12 bidang garapan dari penyuluh agama.

KH. Fahru Rozi selaku penceramah dan sekaligus Penyuluh Agama Honorer Wringinanom memulai pesannya dengan mengutip QS. Al-Baqarah ayat 143 yang dijadikan dasar prinsip wasathan atau moderasi.
Sebagai penyuluh agama yang tugasnya memberikan penyuluhan, pembinaan dan bantuan kepada umat, penyuluh Agama wajib belajar resep moderasi dalam berdakwah yang diambil oleh para masyayikh yang ilmunya sambung kepada sabahat Rasulullah SAW.
“Agar penyuluhan kita berhasil maka Ilmu yang diajarkan tidak hanya berhenti pada wilayah Dirasah tapi juga pada ilmu Wirosah. Ilmu dirasah adalah ilmu yang didapat dengan belajar sedang ilmu wirosah yakni berkaitan dengan rasa, keterikatan hati dengan Allah, kebersihan hati,” jelasnya.
Resep selanjutnya dalam menyampaikan pesan dakwah adalah menyenangkan hati orang lain atau memberikan rasa bahagia kepada orang yang sedang susah kemudian jangan bergantung pada orang lain.
“Insya Allah jika kita bisa mempraktekan ilmu Dirasah dan Ilmu Wirasah maka penyuluhan kita kan diterima, artinya prinsip moderasi beragama yang dicanangkan Kemenag RI bisa sampai ke hati dan memberi pengaruh pada umat. Amiin,” pungkasnya.
Acara Maulid Nabi ini juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti ke-77 Kemenag RI Tahun 2023 diisi dengan pemberian santunan anak yatim dan performa group Banjari “Sak Njaluk e” dari Penyuluh Agama Islam Kabupaten Gresik kemudian ditutup dengan doa oleh ustadz Harish Rosaemi, penyuluh Agama Islam Kecamatan Gresik. (Didik Hendri Telisik Hati)














