Penulis: Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Ada yang menarik dari gelaran Penutupan Pameran Pendidikan yang dihelat di Stadion Gelora Joko Samudro (GeJos), kemarin. Betapa tidak, di tengah padatnya aktivitas sebagai Kepala Daerah, ternyata Sosok Gus Yani, sang Bupati Milenial, masih menyempatkan waktunya untuk menulis karya puisi yang berjudul “Monolog Hari Guru”.

Puisi karya Gus Yani ini khusus dipersembahkan untuk seluruh guru yang ada di Kabupaten Gresik sebagai Kado Spesial di Momen Hari Guru Nasional (HGN) 2022 di GeJos, Sabtu (26/11/2022) kemarin.

Dengan penuh ketulusan dari lubuk hati yang paling dalam, puisi yang terdiri atas 20 baris itu dibaca baris demi baris oleh Gus Yani. Ada kekuatan cinta dan kasih sayang yang luar bisa saat Bupati Milenial ini menyebut kata “Guru”. Saking sayangnya mengingat jasa guru yang tak terhingga, di baris terakhir puisinya Gus Yani menuliskan ‘Jasa guru tak akan terganti, sampai siswanya sukses menjadi bupati’.

Baris terakhir Puisi “Monolog Hari Guru” ini, Gus Yani meluapkan rasa terima kasihnya atas jasa guru yang bisa mengantarkannya sukses menjadi bupati. Berikut Puisi lengkap karya Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani, SE yang berjudul “Monolog Hari Guru”:
Monolog Hari Guru
Karya: Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani
Jasa guru seiring lengkang oleh waktu.
Meski tiap hari memberikan ilmu.
Guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa.
Ia rela sabar mengajari siswanya meski gaji tak seberapa.
Bahkan ada yang hanya dibayar terimakasih saja.
Guru mengantarkan siswa hingga menuju gerbang kesuksesan.
Namun, apakah pernah guru menagih hutang itu di masa depan.
Tidak pernah, itulah guru yang selalu ikhlas dalam memberikan pelajaran.
Ada yang rela berangkat mengajar jauh, dari rumah karena panggilan hati.
Demi mencerdaskan anak bangsa hingga di pelosok negeri.
Jasa guru tak akan terganti, sampai siswanya sukses menjadi bupati.
Kejutan untuk para guru tidak cukup sampai di situ, usai membacakan puisi karyanya sendiri, Gus Yani langsung turun dari atas panggung untuk memberikan bunga sebagai bentuk apresiasi dan tanda terima kasihnya kepada para guru yang hadir saat itu.

Ratusan guru pun tampak terharu, tanpa terkecuali Bupati Gus Yani juga larut dalam keharuan yang tumpah ruah bercampur bahagia di Momen Hari Guru Nasional. Sejurus kemudian, para guru pun tak melewatkan momen tersebut untuk berswafoto bersama Bupati Muda yang masih berusia 37 tahun, tepatnya kelahiran Gresik, 28 Juni 1985 itu. Barokallah, Guru Bangkit – Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat – Indonesia Maju. (Didik Hendri Telisik Hati)















