Penulis: Tim BN News
BN News.com – Bencana alam yang tidak bisa dipastikan kapan dan di mana terjadi, mengharuskan kita selalu mawas diri, waspada dan melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana. Apalagi, Kabupaten Gresik menjadi bagian dari wilayah langganan banjir, terutama di wilayah Gresik Selatan.

Untuk itu, Pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Social Emergency Response Nahdlatul Ulama (LPBI SER NU) Kabupaten Gresik melaksanakan pelatihan manajemen penanggulangan bencana dalam rangka mencetak relawan LPBI SER NU yang berkualitas, demi terbentuknya masyarakat yang tangguh bencana.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 2 hari di Ponpes Darul Ihsan Kecamatan Menganti diikuti oleh ratusan relawan dari 6 kecamatan di wilayah Gresik Selatan meliputi: Balongpanggang, Benjeng, Menganti, Kedamean, Wringinanom, Driyorejo.
Dalam agenda Pembukaan dihadiri langsung oleh Ketua PCNU Gresik Dr. KH. Mulyadi, MM, dan juga Muspika Kecamatan Menganti serta jajaran Pengurus LPBI NU, baik dari Cabang maupun Pengurus Wilayah Jawa Timur, Sabtu (3/12/2022).
Ketua Pelaksana Sahabat M.Ludfi Khambalim enyampaikan bahwa kegiatan Pelatihan Manajemen Penanggulangan Bencana ini diikuti oleh 120 peserta dari 6 kecamatan di wilayah Gresik Selatan.
“Selama 2 hari peserta akan diberikan Peningkatan skiil kemampuan dan pengetahuan, sehingga Kegiatan ini nantinya bisa mencetak relawan tangguh di masing-masing MWC NU sesuai dengan harapan dan arahan dari PC LPBI SER NU Gresik,” ucap M.Ludfi dari Benjeng.
Di tempat yang sama, Ketua PC LPBI NU Gresik Sahabat Sholihul Fathoni menegaskan, kegiatan ini harus memberikan output yang jelas, minimal terdapat kelembagaan LPBI NU di masing-masing kecamatan beserta kader-kader relawan yang tangguh.
“Saya berharap kesempatan 2 hari ke depan ini bisa dimanfaatkan betul untuk meningkatkan skiil kemampuan dan pengetahuan, terutama manajemen penanggulangan bencana,” tandas Sahabat Toni.
Sementara Ketua PCNU Gresik Dr. KH. Mulyadi, MM dengan penuh semangat memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Menurutnya, status relawan ini sangat berat, karena tidak ada apa-apanya, tidak ada anggaran dan biayanya. Namun, teman-teman tidak usah putus semangat, karena ini adalah bagian dari perkhidmatan kita kepada NU.
“Saya yakin kalau kita lakukan dengan tulus dan ikhlas akan mendapatkan keberkahan yang lebih banyak dan lebih baik daripada sekadar materi,” dawuh Yai Mulyadi
Kegiatan pelatihan manajemen penanggulangan bencana ini akan dilaksanakan secara bergilir, mulai dari selatan, tengah dan utara, sehingga sebaran relawan LPBI SER NU akan merata di Kabupaten Gresik. (Tim BN News)
















