Penulis📚 Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya (UNS) dalam upaya terus meningkatkan kualitas dan kuantitas akademik di lingkungannya. Upaya tersebut dengan mengukuhkan kembali mahasiswa meraih gelar doktor dalam bidang teknologi pendidikan. Kegiatan penyelenggaraan Ujian terbuka Doktor tersebut ditempatkan di gedung CPD Lantai 9 pasca sarjana Unesa Surabaya, Selasa ( 10/1/2023).

Mahasiswa yang resmi menyandang gelar doktor dalam bidang teknologi pendidikan yakni Rahmi Mubarokah M.Pd. ia termasuk Alumni Pesantren Tebuireng (Ikapete). Adapun penguji dari pasca sarjana Universitas Negeri Surabaya antara lain:
1. Prof. Dr Wasis M.Si (Ketua penguji)
2. Prof. Dr Mustaji M.Pd ( sekretaris/penguji )
3. Prof. Dr Yatim Riyanto M.Pd ( anggota penguji promotor)
4. Dr Andi Mariono M.Pd (anggota penguji CO- promotor)
5. Prof. Dr I nyoman S Degeng M.Pd (anggota penguji)
6. Dr Bachtiar Syaiful Bachri M.Pd (anggota penguji)
7. Dr Fajar Arianto S.pd M.Pd ( anggota penguji).
Di hadapan para penguji, mahasiswi Rahmi Mubarokah M.Pd ini mempertahankan disertasinya dengan judul “Pengaruh Model Competence Talk Based Learning dan Learner Atonomy Terhadap Hasil Belajar Writing Mahasiswa”.
Menurut Rahmi Mubarokah M.Pd dalam penelitiannya, memberikan stresing dengan tujuan yakni meningkatkan hasil belajar Writing Mahasiswa dengan menggunakan model task based yang kompetensinya telah ditentukan dahulu. “Sehingga skill writing yang akan diakses bisa terukur dengan beberapa aspek penilaian yang divalidasi,” ujarnya.
Rahmi sapaan akrabnya menambahkan, dari hasil penelitian tersebut ada beberapa kesimpulan yang nanti bisa dijadikan acuan bagi pegiat pendidikan yakni, model pembelajaran tersebut ternyata berpengaruh terhadap belajar hanya pada mahasiswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi.
“Saya berharap dengan metode belajar lewat penelitian saya ini ke depannya bisa memberikan yang terbaik pada tehnologi pendidikan yang terus mengalami dinamika khususnya bagi mahasiswa untuk selalu update dengan tujuan memperluas cakrawala keilmuan di tehnologi pendidikan,” tutup Rahmi yang juga Wakil Sekretaris Ikapate Jatim. (Syafik Hoo/Telisik Hati)















