Penulis📚 Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – Berkiprah untuk kemanfaatan umat dan berkhidmah kepada NKRI tentu menjadi bagian yang sangat mulia untuk dijalankan. Khidmah menjadi bagian penting untuk syiar dan dakwah dalam menyebarkan kebaikan Islam Rahmatal Lil’Alamin di samping menjunjung tinggib Almamater Ponpes Tebuireng di mana pun berada.

Kiprah seorang alumni santri akan menjadi motivasi bagi dirinya dalam mencapai kesuksesan dan keberhasilan dalam mencapai program serta tujuan cita-citanya. Baik dalam bidang sosial kemasyarakatan, politik, keagamaan, dan keorganisasian.
Seperti yang dilakukan oleh dua alumni pesantren Tebuireng Jombang. Keduanya sudah lama berada di negeri jiran Malaysia dalam rangka untuk berkhidmah membesarkan Muslimat NU dan Ansor NU. Di samping Ia bekerja demi untuk keluarganya.

Mereka diantaranya Ibu Mimin Mintarsih yang merupakan Alumni Pesantren Seblak Tebuireng Jombang. Asli dari Cirebon Jawa Barat dan sahabat Nur Alamin Alumni Madrasatul Qur’an (MQ) Tebuireng asli dari Kabupaten Gresik. Keduanya memimpin banom Muslimat dan GP Ansor Cabang Malaysia hingga 2 periode masa khidmah tahun 2014 sampai sekarang.
Nur Alamin Ketua GP Ansor Cabang Malaysia mengatakan, awal dari Hijrah ke Malaysia adalah untuk bekerja selanjutnya dengan berjalannya waktu sambil menjalin hubungan dengan mitra kerja di Malaysia sambil berproses akhirnya saya dipercaya dan dan diberi amanah memimpin GP Ansor Cabang Malaysia sampai sekarang.

“Alhmdulillah, semoga selama saya kiprah di Malaysia dengan program GP Ansor bisa memberikan kemanfaatan untuk umat dan bisa membumikan NU di Negeri Jiran Malaysia,” ujar Alamin yang asli dari Desa Mojopetung Dukun Gresik, Jumat (13/01/2023).
Sementara itu sosok alumni yang dijuluki emak pengayom di Malaysia adalah Ibu Mimin Mintarsih (Bu Mimin) asli dari kuningan Cirebon Jawa Barat ini memimpin Banom Muslimat NU Cabang Malaysia untuk masa khidmah 2 periode sampai sekaran.
“Saya hijrah ke Malaysia tahun 1994 dan menjadi Ketua PCI Muslimat NU sampai sekarang aktif memasuki 2 periodesasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, upaya kita mengenalkan Muslimat NU dan amaliahnya antara lain kita buat program tahunan, yakni pesantren kilat, sunatan masal, peringatan hari besar Islam dan pembuatan kalender di samping program rutinan antara lain, Yasin/ Istighotsah, pengajian dan arisan ibu-ibu Muslimat.
Dalam bidang pendidikan program yang sudah berjalan yakni, pengelola sanggar pendidikan non formal untuk anak anak yang tidak mempunyai dokumen, termasuk juga bidang ekonomi dengan pengadaan kantin di lembaga pendidikan dan penjualan baju dan bros.
“Alhamdulillah program ini bisa efektif, berjalan dalam rangka memperkenalkan organisasi baik di NU maupun di Muslimat itu sendiri,” tandas Mimin penuh semangat.
Harapannya, banom GP Ansor dan Muslimat di PCI Malaysia selalu bisa memberikan kemaslahatan keumatan dengan membangun kerja sama kolaborasi yang baik penuh edukasi dan inspirasi serta bisa membumikan amaliah dan program banom GP Ansor Muslimat di negeri jiran Malaysia. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















