Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Tiga satuan pendidikan di Kabupaten Gresik menggelar deklarasi sekolah ramah anak, pasca kejadian kekerasan yang dialami siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) beberapa pekan lalu. Deklarasi ini digelar agar tidak ada lagi kekerasan di lembaga sekolah.

Puluhan dewan guru, petugas keamanan, penjaga kantong, serta petugas kebersihan di lingkungan Yayasan Nurul Islam melakukan deklarasi bersama.
Tiga satuan pendidikan yang dilibatkan di antaranya satuan pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan SMK Nurul Islam. Semua lembaga pendidikan itu sepakat menjadi sekolah ramah anak dengan menandatangani komitmen bersama.
Ketua Yayasan Nurul Islam (Yanuris) Gresik, Ali Muchsin Djalil memimpin langsung deklarasi tersebut. Melalui deklarasi ini menyamakan persepsi, dan tindakan nyata melindungi anak serta membawa sekolah ramah anak.

“Usai deklarasi bersama ini kasus kekerasan terhadap siswa di sekolah jangan terulang,” tuturnya, Senin (23/1/2023).
Sementara itu, Bekti Prastiyani Pemerhati Anak mengatakan, di sekolah tidak ada istilah anak yang nakal, dan bodoh. Permasalahan tersebut, seharusnya bisa diselesaikan melalui upaya dialogis.

“Jangan melakukan kekerasan terhadap siswa di sekolah. Mereka masih butuh bimbingan serta arahan karena masih anak-anak,” ungkapnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















