Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Subhanallah, puluhan ribu Pecinta Kanjeng Nabi Muhammad SAW, tumplek blek di Gelaran Sunanul Muhtadin Bersholawat. Acara yang dihelat di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Sunanul Muhtadin, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur ini dimeriahkan oleh Gus Azmi serta Majelis Ta’lim dan Sholawat Shubbanul Muslimin.

Dalam acara yang bergelimang berkah tersebut, Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI Gus Jazilul Fawaid, SQ, MA bertekad membangun kampus fakultas kedokteran di lingkungan Ponpes Modern Sunanul Muhtadin, dengan harapan agar para santri juga berkesempatan menempuh jenjang pendidikan tinggi jurusan ilmu kedokteran.

“Saya ingin di sini (Ponpes Sunanul Muhtadin, Red) berdiri universitas jurusan kedokteran. Sebab jarang sekali bahkan tidak ada pesantren NU yang memiliki universitas jurusan kedokteran,” kata Gus Jazil dalam acara Sunanul Muhtadin Bersholawat, Kamis (16/2/2023).

Wakil Ketua DPP PKB itu lantas menerangkan bahwa pesantren-pesantren di Indonesia saat ini belum ada yang memiliki kampus universitas dengan jurusan kedokteran. Oleh karena itu, para dokter maupun tenaga medis yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) terbilang masih sedikit.

“Setahu saya masih sedikit dokter-dokter NU. Maka bukan tidak mungkin jika saya bertekad membangun universitas NU yang memiliki fakultas kedokteran di sini, itu bisa terwujud tentu dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat,” terangnya.

Gus Jazil menilai, usia NU yang telah memasuki satu abad atau 100 tahun menjadi momentum warga maupun generasi nahdliyyin untuk meningkatkan peran NU di Republik Indonesia. Termasuk mengembangkan lembaga pendidikan dan perguruan tinggi yang berkualitas.

“Terbentuknya Satu Abad NU, saya yakin orang-orang NU, kader-kader NU, para pelajar NU mempunyai tekad untuk meningkatkan peran NU di Republik ini, termasuk membangun lembaga pendidikan dan kampus yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gus Jazil juga bercita-cita menjadikan Ponpes Modern Sunanul Muhtadin sebagai salah satu pusat kawasan pendidikan. Untuk itu, dia berkomitmen untuk melengkapi segala fasilitas pendidikan yang ada di pesantren tersebut, agar para santri dan murid bisa menjadi generasi yang unggul dan berkualitas di masa depan.

“Sebagai orang NU dan orang kampung, saya bertekad ingin menjadikan pesantren ini sebagai kawasan pendidikan dengan membangun lembaga pendidikan mulai PAUD sampai perguruan tinggi, saya akan berjuang dan berkomitmen untuk melengkapi segala fasilitas yang ada, agar kualitas pendidikan semakin baik,” tekadnya penuh semangat.

Dalam acara Sunanul Muhtadin Bersholawat tersebut, hadir ratusan ulama, pejabat pemerintahan, politisi maupun tokoh penting. Acara yang dimeriahkan penampilan Majelis Ta’lim dan Shalawat Shubbanul Muslimin serta Gus Azmi itu juga dihadiri ribuan jamaah sholawat serta warga masyarakat Gresik. (Didik Hendri Telisik Hati)
















