Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kabupaten Gresik, menjadi salah satu kota industri di Jawa Timur yang sampai hari ini terus menampung berbagai macam industrialisasi. Banyak imbas yang terdampak, apakah itu sektor pekerja lokal yang belum mampu terserap, ataukah persoalan pencemaran yang sampai hari ini tidak menemukan solusi, baik limbah tanah, cair, dan udara.

Kesemuanya belum teratasi dengan serius. bagaimana dengan reklamasi laut yang berdampak terhadap nelayan, bahkan sampai hari ini memaksa nelayan tradisional nasibnya berada di ujung tanduk. Tanggung jawab hanya selesai pada tingkatan formalitas belaka, selebihnya tidak ada kepastian yang jelas dengan nasib kabupaten Gresik yang dipertaruhkan.
Realitas inilah yang diungkap Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gresik Ekologi & Observasi (GEO) Jhon Oi. Putra daerah asli Gresik ini miris sekaligus prihatin terkait masalah polusi industri yang terjadi di Kota Santri Bumi Wali.

Jhon Oi menegaskan, persoalan polusi lingkungan yang disebabkan oleh banyaknya industri di wilayah Kabupaten Gresik menjadi kajian serius di internal jajaran GEO. Oleh sebab itulah, pihaknya telah menggagas program Revitalisasi Gerakan Lingkungan.
“Ini merupakan bagian dari komitmen GEO untuk menjawab beberapa persoalan polusi yang ada di Kabupaten Gresik. Kajian lingkungan berdiskusi mengenai lingkungan dan dampak lingkungan secara udara, darat dan air,” terang Jhon Oi, Kamis (2/3/2023).
Lebih lanjut aktivis peduli lingkungan ini mengatakan, program itu berupa uji emisi, yakni mengkaji polusi udara baik yang di timbulkan dari polusi pabrik atau kendaraan bermotor yang ada di Kabupaten Gresik.

Dalam pelaksanaannya, GEO akan bekerja sama dengan pihak yang kompeten, baik dari Perguruan Tinggi atau Konsultan yang mahir di bidangnya. Pihaknya juga akan melakukan pelatihan kepada para anggota GEO.
“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi seluruh jajaran struktur anggota,” tandasnya penuh antusias saking cintanya dengan Gresik agar terbebas dari polusi industri.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan observasi lingkungan, khususnya di kawasan pusat industri di Kabupaten Gresik. Meliputi analisa Amdal serta pendampingan masyarakat. Advokasi itu tentunya berbasis data yang akurat dan kompatibel.
“Kami juga akan memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat sesuai Analisis. Bismillah, kami akan segera bergerak demi masyarakat,” pungkas Jhon Oi.
Perlu diketahui, LSM GEO pimpinan Jhon Oi selama ini memang dikenal intens menyoroti persoalan polusi industri di Kabupaten Gresik. (Didik Hendri Telisik Hati)















