Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Banjir dan longsor yang melanda Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur memantik atensi serius dari wakil rakyat. Ketua DPRD H. Much. Abdul Qodir, S.Pd.I mengaku ada informasi menyebut penyebab banjir dikarenakan kerusakan hayati.
“Info yang saya terima salah satu penyebab bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Bawean, karena di tahun-tahun terakhir ini banyak penebangan pohon yang dibawa ke Jawa,” katanya, Senin (6/3/2023).
Untuk itu, Cak Qodir sapaan akrab Ketua DPRD Gresik meminta pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan pengawasan dan pengecekan. Di Bawean, masih banyak hutan yang harus dilindungi.
“Jika itu memang benar, maka harus dipastikan reboisasi di Pulau Bawean dilakukan dan digalakkan,” sambung Cak Qodir.
Ketua DPC PKB Gresik ini menegaskan, banjir dan longsor yang terjadi membuat ratusan rumah, jalan maupun jembatan putus, bahkan ada sekolah negeri yang ambruk.
“Saya minta Pak Bupati untuk segera perintahkan OPD terkait, yaitu BPBD, LH, PUTR dan CKPKP segera turun dalam mengatasi musibah ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sri Subaidah mengaku tak tahu perihal penyebab banjir karena kerusakan hayati dan penebangan liar.
Menurut Sri Subaidah, pemerintah daerah tidak mempunyai kewenangan dalam pengelolaan hutan, sehingga pengawasan dilakukan oleh Pemprov maupun Pusat.
“Sebentar saya mengumpulkan informasi dan data dulu nggeh terkait hal itu,” tutupnya singkat. (Advetorial/Didik Hendri Telisik Hati)
















