Penulisš Gus Yani/Telisik Hati
BN News.com – Di tengah padatnya aktivitas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Gresik, Bupati Gus Yani ternyata masih menyempatkan diri menyalurkan hobi menulisnya.
Bagi Bupati Milenial ini, menulis merupakan cara seru dan asyik untuk menuangkan ekspresi dan menjadikan hidup lebih produktif. Menulis, menurut menantu Ulama Besar Negeri ini, Gus Ali atau KH Agoes Ali Masyhuri Tulangan Sidoarjo Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat adalah bagian dari Dakwah bil Qalam, berdakwah melalui tulisan.

Diantara tulisan mantan Ketua DPRD Gresik yang pernah dimuat di Media Online Bumi Nusantara News (BN News.com), yakni “Hari Jadi Kota Gresik 536” dan “Hati Lapang Rezeki Datang, Hati Sempit Rezeki Sedikit”.
Dan kali ini, BN News.com kembali menayangkan tulisan suami tercinta Hj. Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani yang berjudul “Jadilah Laki-Laki Terbaik”. Monggo disimak, mudah dicerna, sarat makna dan banyak pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Jadilah Laki-Laki Terbaik
Sore ini saya ngobrol dengan seorang sahabat. Dan obrolan kami akhirnya membahas bab urusan pekerjaan dan nafkah.
Memang, pada akhirnya…kemuliaan seorang laki-laki dinilai dari kemampuan mencari nafkah.
Dalam berbagai kesempatan, saya selalu mengingatkan bahwa laki-laki harus pinter menjemput rezeki.
Ikhtiar, usaha keras, terus bergerak dan siap lelah. Karena itu adalah kehormatannya sebagai laki-laki.
Selain itu…ada satu ilmu yang saya dapatkan dari guru saya. Kenapa seorang laki-laki harus siap kerja keras mencari nafkah…?? Karena laki-laki yang baik itu akan selalu mengingat bahwa ada 6 pihak yang berhak atas hartanya.
Karena yang butuh banyak pihak, maka ya harus yang rajin bekerja…dan yang paling sedikit menikmati hasil pekerjaannya.
Sebab di dalam harta seorang laki-laki, terdapat hak atas:
1. Orang tuanya (termasuk mertuanya).
2. Istrinya.
3. Anaknya.
4. Anak yatim dan dhuafa.
5. Menafkahkan di jalan dakwah.
6. Baru untuk dirinya sendiri.
Jika seorang suami selalu buru-buru mengambil hak untuk dirinya sendiri sebelum memenuhi hak-hak lain yang ada pada hartanya, maka hampir bisa dipastikan, ia akan berakhir menjadi suami (laki-laki) yang egois, tidak bertanggung jawab dan tidak punya manfaat bagi sekitarnya.
Dan begitulah Rasulullah Sholallahu’alaihi wassalam, Nabi kita tercinta bersikap.
Beliau ketika mendapatkan harta, selalu habis untuk orang miskin, orang lemah dan dakwah.
Menempatkan hak harta atas diri di posisi akhir, membuat seorang laki-laki akan bekerja jauh lebih giat dan lebih cerdas. Lantaran ia tahu…bahwa dirinya harus jadi wasilah penghidupan banyak orang melalui kedua tangannya.
Ia tak akan bersantai, tak akan bermalasan dan pasti punya tujuan.

Selamat istirahat dulur-dulur, sehat dan sukses selalu untuk kita semua…!!! (Gus Yani/Telisik Hati)
















