Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kades Abdul Halim, satu-satunya kepala desa di Jawa Timur yang hadir di acara Program First ASEAN Village Network menaruh harapan besar kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI Abdul Halim Iskandar.
Kades nyentrik berjenggot panjang ini berharap kedepannya setidaknya tidak hanya menjadi sebuah seremonial belaka, tetapi ada output secara real bisa dirasakan oleh masyarakat di desa sekaligus bisa dirasakan juga oleh pemerintah desa.
Sementara Mendes Abdul Halim, sapaan akrabnya dengan tegas mengatakan kepada Kades Abdul Halim dan seluruh peserta lainnya bahwa ASEAN Village Network (AVN) merupakan platform yang memungkinkan desa-desa di negara-negara anggota ASEAN untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
AVN atau Jejaring Desa ASEAN, kata dia, akan menjadi alat yang efektif untuk memperkuat desa-desa dalam menghadapi beragam masalah desa, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
“Melalui ASEAN Village Network, desa diharapkan dapat mengembangkan strategi dan kebijakan inovatif yang dapat menjawab tantangan unik yang dihadapi oleh masyarakat desa hingga ke tingkat regional,” kata menteri yang akrab disapa Gus Halim itu lewat keterangan persnya, Selasa (25/7/2023).
Hal tersebut disampaikan Gus Halim saat membuka Senior Official Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (SOMRDPE) Indonesia di Sheraton Mustika Hotel Yogyakarta, Selasa.
Salah satu program AVN yang digelar dalam SOMRDPE, yaitu ASEAN Rural Culture Expo in the Framework of ASEAN akan menjadi platform untuk mempromosikan produk-produk unggulan desa.
Program tersebut berguna untuk melestarikan warisan budaya dan keragaman masyarakat perdesaan se-ASEAN.
“Desa-desa dapat memperkenalkan produk unggulannya serta promosikan budaya dan identitas perdesaan yang dimilikinya,” tegas Gus Halim. (Didik Hendri Telisik Hati)
















