Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Dandim 0817/Gresik, Letkol Inf. H. Ahmad Saleh Rahanar, S.Sos bersama PT Petrokimia Gresik saat ditemui di Lahan Ketahanan Swasembada Pangan Kodim 0817/Gresik mengatakan bahwa panen padi dan jagung idaman ini sangat berpotensi untuk terus dikembangkan guna mewujudkan swasembada pangan di wilayah Teritorial Kabupaten Gresik.
“Dalam kurun waktu 3 bulan dari awal tanam, sudah dapat dilakukan sekali panen. Ini membuktikan bahwa kesuburan lahan swasembada pangan cukup mendukung program Ketahanan Swasembada Pangan Nasional,” terang Dandim Gresik, Kamis (3/8/2023).
Bersama dengan Danramil 0817/01 Driyorejo, Camat Driyorejo, Kapolsek Driyorejo, Perwakilan Perwira Korem 084/BJ, Para Perwira Staf Kodim 0817/Gresik, Para Staf PT. Petrokimia Gresik, Para Babinsa Jajaran Kodim 0817/Gresik, Para Anggota Penyuluhan Pertanian Kecamatan Driyorejo, KKN MMD UNIBRAW dan tamu undangan ±100 orang melaksanakan kegiatan tersebut dengan semangat dan antusias.
Bertempat di Lahan Ketahanan Swasembada Pangan Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Dandim Gresik mengajak kepada seluruhnya yang hadir, supaya menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk terus memajukan program Ketahanan Swasembada Pangan Nasional ini.
“Hal ini guna kemajuan sektor pangan ke depannya demi mencukupi bahan pangan masyarakat Kabupaten Gresik,” tandasnya penuh semangat.
Sementara Camat Driyorejo Narto, ST memberikan usul bahwa selain Lahan Ketahanan Swasembada tersebut diolah dan dimanfaatkan sebagai penghasil padi maupun jagung, juga bisa dikembangkan pada sektor peternakan di sisa lahan yang ada.
“Karena antara hasil pertanian maupun peternakan keduanya saling mendukung dan berkaitan demi terciptanya ketahanan pangan di wilayah,” pungkasnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















