Penulisš Syafik Hoo/Telisik Hati
BN News.com – GP Ansor Malaysia mengadakan Program Diklat Terpadu Dasar (DTD ke-2) di Aula Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, dengan diikuti 160 peserta, dari berbagai negeri, Kuala Lumpur, Selangor, Pulau Pinang, Seremban, Malaka, Johor dan negeri lainnya.
Satkorcab Banser Malaysia mengadakan kegiatan ini karena sudah lama dinanti-nantikan oleh generasi muda NU yang ada di Malaysia. Acara DTD Pertama diadakan sebelum Pandemi Covid 19 yang lalu.
DTD ke 2 ini sebagai ajang silaturrahim dan mempererat kader Ansor Malaysia umumnya dan kaden Banser Malaysia khasnya.
Dalam pelaksanaan DTD ke 2 ini memberikan wawasan nasionalisme kebangsaan Indonesia & Malaysia serta Aswaja ke NU an terhadap Peserta kader Nahdlatul Ulama, antara lain:
– Penguatan Idiologi Ahlusunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah menjadi alasan utama dalam berlangsungnya acara ini.
-Ansor dan Banser sebagai perkumpulan pemudanya NU ini, maka ideologi ini wajib tertanam dalam sanubari mereka dengan terselenggaranya acara ini.
-Penguatan Nasionalisme Plus
Peserta DTD ini mayoritasnya adalah orang Indonesia yang tinggal di Malaysia, maka penguatas nasionalisme keIndonesiaan tetap dan perlu disampaikan secara terus menerus dan sesuai dengan konteks sekarang.
-Tema ini disampaikan oleh Habib Nurulzaman dari PP GP Ansor dan Dr. KH. Abd Kholiq Hasan MHI al Hafid dari MQ Tebuireng.
– Plusnya di sini adalah peserta diberi penjelasan KeMalaysiaan. Perundangan, seluk beluk keagamaan yang berlaku di Malaysia. Hal ini penting disampaikan karena peserta ini bisa tinggal di Malaysia dalam keadaan harmoni berdampingan dengan masyarakat setempat.
-Tema ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Faiz Hafizuddin, Mudir Pondok Rusmi Sufi Jawi Selangor Malaysia.
– Keorganisasian dan Pengkaderan banyak disampaikan PP GP Ansor oleh Moesafa dan komendan Mohammad Mufid.
Sambutan Ketua PC GP Ansor Malaysia Nur Alamin menekankan:
– Pentingnya kaderisasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi
– Tidak hanya estafeta kepemimpinan di internal GP Ansor, tetapi sekaligus pada saatnya nanti juga termasuk estafeta kepemimpinan di induk organisasi NU
– Kaderisasi menerapkan konsep Kaderisasi Terpimpin dimana kaderisasi menjadi bagian integral dr konsolidasi organisasi
– Pentingnya upaya peningkatan dan pengembangan kapasitas kader baik pengetahuan, ketrampilan maupun keahlian kader.
DTD ke 2 ini di buka langsung oleh perwakilan KBRI Kuala Lumpur di sesi Pembukaan yang di hadiri 300 lebih undangan dari PCINU dan semua Badan Otonomnya serta Organisasi Masyarakat yang ada di Malaysia.
‘Alhamdulillah kegiatan ini Lancar dan Sukses. Terima kasih kami ucapkan kepada KBRI KL, SIKL, PCINU, PP GP Ansor, IPD setempat dan pihak – pihak yang terkait atas suksesnya kegiatan ini. Mudah-mudahan menjadi bukti nanti di akhirat untuk sama-sama dengan Pendiri Nahdlatul Ulama masuk dalam Surga Allah SWT. Aamiin,” tutup Nur Alamin,
asli putra Mojopetung Dukun Gresik. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















