Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kakanwil Kemenag Jatim, Dr. KH. Husnul Maram, M.H.I yang akrab disapa Mas Maram bersama Kabid Penais Zawa dan Kepala Kankemenag Kabupaten / Kota beserta Istri se-Jatim menghadiri pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XXVII Nasional di Arena Utama H. Abdurrahman Sayoeti Jambi pada Senin malam (30/10). STQH XXVII Nasional berlangsung mulai 29 Oktober hingga 7 November 2023. Dari Jatim diikuti oleh 10 peserta putra dan 10 peserta putri.
Kegiatan juga dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla, perwakilan gubernur dari 34 provinsi, perwakilan menteri, anggota DPR RI, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menag, Dirjen Bimas Islam Kemenag, dan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar dibuka oleh Wakil Presiden, KH. Ma’ruf Amin. Upacara peresmian ditandai dengan pemukulan bedug didampingi Menteri Agama dan Gubernur Jambi
Pada kesempatan tersebut, Wapres mengajak generasi muda untuk tetap dekat serta terhubung dengan Al-Qur’an dan Hadits di tengah kemajuan teknologi informasi. “Saya minta generasi muda untuk tidak meninggalkan Al-Qur’an. Teknologi jangan sampai membuat kita lupa membaca Al-Qur’an,” ungkapnya.
Wapres juga mengungkapkan, literasi Al-Qur’an di kalangan masyarakat Indonesia cukup tinggi, yakni mencapai 66 persen. Meskipun begitu, ia meminta generasi muda terus mendapat pembinaan.
“Meskipun indeks literasi Al-Qur’an masyarakat mencapai 66 persen, saya meminta agar kita terus meningkatkannya. Saya yakin bahwa generasi yang menghafal Al-Qur’an harus diberdayakan,” ujar Wapres.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menekankan pentingnya mencintai kitab suci Al-Qur’an sambil mempromosikan semangat persatuan dan kebersamaan. Menag Yaqut Cholil Qoumas berharap, gelaran yang diikuti lebih dari 700 peserta dari 34 provinsi ini akan memberikan dampak besar bagi penguatan literasi Al-Qur’an dan hadits di Indonesia.
“Saya ingin mengingatkan bahwa STQH tingkat nasional ini harus menjadi ajang lahirnya metode dan gagasan baru dalam penguatan pembelajaran Al-Qur’an dan hadits,” kata Menag Yaqut.
“Kita harus berpikir kreatif, menggabungkan teknologi dan pendekatan pedagogis yang modern. Ini untuk memastikan bahwa pemahaman Al-Quran dan hadits dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” sambungnya.
Menag menyampaikan, penguatan literasi Al-Qur’an merupakan bagian pembangunan nasional bidang agama. Ini sekaligus menjadi bagian langkah penting untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas di 2045.
Menag juga mengapresiasi peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an dan Hadits di masyarakat. Gus Men, begitu ia biasa disapa, mendorong LPTQ dan pihak terkait untuk merancang peta jalan dalam memperkuat literasi Al-Qur’an dan Hadits.
“Melalui penguatan literasi Al-Quran dan hadits, kita tengah berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Menyampaikan spirit Al-Qur’an dan hadirs adalah bagian penting menjaga karakter keberagamaan yang moderat dan maju,” terang Gus Men.
Selain itu, dalam konteks tahun politik, Gus Men mengingatkan umat Islam Indonesia untuk menjaga suasana kondusif. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama.
“Saya mengajak umat Muslim untuk menjalani proses ini dengan bijak, menghormati nilai-nilai demokrasi, dan memelihara kerukunan sosial. Inilah cara kita mengikuti ajaran Al-Qur’an dan Hadis,” pesannya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















