Penulisšāļø Arik S Wartono/Telisik Hati
PAMERAN TUNGGAL ASTROPHOTOGRAPHY
ARIK S. WARTONO
@arikwartono
di KATIRIN ART HOUSE @katirinart
Gunung Wangi,
Bangkel No.RT.03, Bangkel, Srimulyo, Kec. Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
23-31 Desember 2023
Pembukaan:
Sabtu, 23 Desember 2023, pk.4 pm
Gallery buka setiap hari pk. 9 am – 9 pm
FREE HTM
ā¤āš
SEKILAS TENTANG ASTROPHOTOGRAPHY
AstrophotographyĀ adalah fotografi tentang benda-benda langit, atau pemahaman serhana jika dilakukan di atas permukaan bumi: fotografi langit malam, dengan atau tanpa landscape. Memotret pemandangan alam malam hari, dan waktu terbaik adalah tepat tengah malam sampai menjelang fajar.Ā Dilakukan dengan perlengkapan dan teknik memotret khusus.
Semua foto yang dipamerkan dalam “ASTROPHOTOGRAPHY, Pameran Tunggal Arik S. Wartono” ini adalah foto asli, bukan hasil rekayasa digital Artificial Intelligence (AI), photoshop atau program editing lainnya yang memanupulasi dua foto atau lebih menjadi satu gambar digital.

Foto “Jejak Bintang Gunung Sumbing view dari Sindoro”” yang langitnya mirip pola goresan dalam lukisan “The Starry Night” karya Van Gogh merupakan foto jejak bintang atau Milkyway Startrails, yang diambil dalam waktu semalam suntuk, hasil menumpuk 189 foto yang diambil pada lokasi yang sama, sudut bidik yang sama, perlengkapan fotografi yang sama, bahkan teknik memotret yang sama pula, secara beruntun masing-masing foto 30 detik. Hasilnya adalah rekaman foto putaran galaksi Bimasakti tepat di atas gunung Sumbing dilihat dari puncak gunung Sindoro, Jawa Tengah.

Sedangkan foto “Malam Galunggung” merupakan foto inti Milkyway (galaksi Bimasakti) utuh yang membentang dari arah utara (kiri) ke selatan (kanan), diambil dengan teknik panorama dalam astrofotografi.
Seluruh foto yang disajikan dalam pameran ini adalah foto pemandangan langit malam yang di ambil di berbagai lokasi di Indonesia, moment malam dengan bulan atau dengan taburan bintang gugusan galaksi Bimasakti (Milkyway).

Pada malam yang gelap sesekali keluarlah menepi di sisi bumi paling sunyi, dalam dark area yang luas, nikmati pemandangan langit yang menakjubkan, seperti yang tersaji dalam pameran ini.
Berbeda dari pameran foto biasanya, dalam pameran ini setiap foto yang dipamerkan dilengkapi dengan narasi dan data teknis foto, dalam bahasa Indonesia sekaligus bahasa Inggris
Salah satu narasi foto:

MALAM BATU KUJANG,Ā GUNUNG PADANG
(single exposure)
Ini bukan cuma tentang foto milkyway, bahkan ini petualangan menyusuri jejak sejarah peradaban bangsa nusantara bahkan leluhur umat manusia, melalui astrophotography.
Sebelum menuju lokasi situs megalitik ini, aku mesti lebih dulu ke Bandung untuk bertemu Raja Galuh Pakuan Abah Alam yang sudah seperti ayahku sendiri, menginap di kediaman beliau dan mengikuti beberapa acara kerajaan bersama beliau sampai ke Sumedanglarang.
Restu dari Abah Alam mutlak diperlukan agar aku bisa mendaki situs pruba ini untuk bermalam dan melakukan shot astrophotography.
Dan selalu ada peluang untuk kondisi pemotretan yang unik saat memotret di malam hari. 2 hari 2 malam aku menghabiskan waktu di atas sutus purba ini. Malam pertama langit sepenuhnya mendung bahkan sedari senja hingga fajar. Malam terakhir dibuka dengan hujan.
Sejak awal malam hujan lebat dan situs ini seperti dihajar petir, lalu hujan mulai reda sekitar pukul 11.00 pm, hampir tengah malam.
Setelah hujan reda, langit justru sangat bersih, bintang-bintang bertaburan, Milkyway tampil sempurna di bentang langit.
Aku membidik dari sebuah batu megalitik yang bernama “Batu Kujang”, shot ke arah utara tepat gunung Gede di ujung horizon langit.
Selamat Malam!
EXIF:
NIKON D810
14-24mm
ISO 6400, f2.8, 30 detik
Finishing dalam Photoshop
Lokasi: Situs Megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, Indonesia
Arik S. Wartono
fotografer
















