Penulis📚✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Bumi Wali Gresik tak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kondang sebagai surganya berburu kuliner. Yang terbaru, ada Waroeng Kae dengan mengusung konsep tempo dulu. Lokasinya di Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah.
Meski klasik, resto seluas dua hektare ini nampak intagramable dan estetik. Pengunjung Waroeng Kae disuguhkan aneka benda jadul yang sudah jarang terlihat, seperti cikar serta dokar. Ada juga, motor klasik serta vespa.
Tak hanya itu, kehadiran hidangan khas di Waroeng Kae menjadi pengalaman kuliner tersendiri. Ada otak-otak bandeng, kare kepiting, kelan sembilang, penyetan belut, camilan bonggolan dan lain sebagainya.
Menariknya, orang nomor satu di Gresik, yakni Bupati H Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani berkunjung langsung ke Waroeng Kae. Bahkan, menantu ulama besar Gus Ali ini tidak datang sendiri, namun bersama Bupati Ngawi H Ony Anwar Harsono (Mas Ony).
“Buat masyarakat Gresik, saya berada di Waroeng Kae, tepatnya di Kebon Agung Kecamatan Ujungpangkah. Dan bisa kita lihat, suasananya sangat asri, makanannya sedep. Hari ini saya makan siang ditemani tamu spesial, Bupati Ngawi Mas Ony. Terima kasih,” ucap Gus Yani.
Tak hanya Gus Yani, salah satu pengunjung Waroeng Kae, Londo Prodeo yang datang bersama teman-temannya mengatakan, mantap, resto ini sangat direkomendasikan untuk menikmati weekend bersama keluarga.
“Sangat bagus, klasik sekali tempatnya, nyaman dan luas. Kami bersama teman-teman langsung menikmati aneka kulinernya yang serba enak. Salah satunya
otak-otak bandeng, khas Gresik. enak banget rasanya, gurih, dan nikmat,” ungkapnya, Minggu (24/12/2023).
Manajer Waroeng Kae, Anna Sofiah mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati Gresik, Bupati Ngawi dan para pengunjung lainnya. “Waroeng Kae sengaja disulap dengan konsep yang unik, beda dari yang lain untuk menggaet pengunjung,” terangnya.
Selain itu, kenyamanan pengunjung juga menjadi prioritas. Ada fasilitas 13 rumah gebyok Jawa Kuno yang bisa dipakai dan dimanfaatkan untuk menikmati kuliner.
“Jika modern sudah banyak, kami mencoba dengan hal baru, kebetulan owner kami suka hal-hal klasik. Resto ini sangat cocok untuk keluarga maupun komunitas, cukup 300 orang,” bebernya.
Anna menambahkan, aneka kuliner ikan segar yang ditawarkan cukup terjangkau dan ramah di kantong. Hal tersebut karena ikan berasal dari budidaya sendiri. “Jadi ikannya dari tambak budidaya keluarga, sehingga terjamin dan masih fresh semua,” pungkasnya sembari mempersilakan berkunjung ke Waroeng Kae. (Didik Hendri Telisik Hati)
















