Penulis📰 Anang Prasetyo
*Barangsiapa memberikan kebahagiaan dan memberikan ruang kebahagiaan,**
*Niscaya ia akan dibahagiakan oleh Nya dan seluruh penduduk langit dan bumi.*
InsyaaAlloh
Pameran seni Dari Akal Turun ke Hati adalah Pameran yang luar biasa. Bukan hanya pamerannya yang berlangsung secara Islami. Namun terutama bagi saya pribadi adalah murni berkah silaturahmi. Bertemu dengan seluruh teman – teman yang sungguh menghidupkan hati, membangkitkan akal dan nyali untuk terus berkarya dan mengabdikan diri di jalan Illahi.
Bertemu dengan *Trio Muharrik Dakwah Seni Jejaring Khot*, Bung Deni Je, Pak Aruman dan mas Agus Baqul Purnomo. Ketiganya bersinergi dalam kepanitiaan pameran yang sungguh luar biasa memikat hati, di Loman Hotel Jogyakarta hingga April nanti.
Terutama Bung Deni Je dengan Painting Eksplorernya tahun 2021 sempat mengapresiasi lukisan saya di Pameran Satu Bumi di Joning art Space Kasongan.
Utamanya juga mas Agus Baqul Purnomo yang menjadi teman dan inisiator kelompok *Wirid Papat* ( Agus Baqul, Anang Prasetyo, Gus Riyanto dan mas Anwar Sanusi) saat berpameran bersama sebagai peserta , di The Power of Kakbah di JIC Jakarta Islamic Centre Agustus 2023 kemarin. Hingga pada akhirmya bertambah menjadi Kelompok *Wirid 5* ditambah dengan Nurali. Berencana pameran bersama di Jogja Gakeri 2025 nanti.
Saya sendiri aslinya di hari Sabtu 23 Maret 2024 itu, harusnya menghantar anak mbarep Ahmad Zaimuddin untuk ta’arufan dengan salah satu akhwat hafidzoh di Solo, namun disaat bersamaan pula ada pembukaan pameran Paseduluran di Galeri milik Yoyok Siswoyo Tulungagung. Pameran Komunitas Perupa PASPETUNG ( Paseban Perupa Tulungagung) yang menggelar pameran untuk pertama kalinya. Dimana, kebetulan saya didapuk sebagai ketuanya. Namun ternyata acara taaruf dilakanakan Ahadnya 24 Maret. Maka kami sekeluarga memutuskan langsung ke Jogya untuk menghadiri Pembukaan Pameran Dari Akal Turun ke Hati.
Maka, qodarullah, sungguh semua berjalan di atas taqdir Nya semata. Sehingga saya menyebut itu adalah berkah Ramadhan, dan berkahnya Pameran yang sungguh membahagiakan hati , serta menjadi kisah memori bahagia yang tak akan terlupakan bagi anak cucu nanti.
Sebab, setelah pembukaan pameran kami sekeluarga diajak oleh Pak Taufiq Ridwan dan Bung Syaiful Adnan , menemui KH Sirojuddin AR di salah satu hotel tempat beliau menginap.
Mafhumnya adalah suatu kehormatan bagi siapapun santri , pelukis dan kaligrafer bisa bertemu silaturahmi langsung dengan perintis khot Indonesia dengan KH D Sirojudin AR pendiri LEMKA . Penerjemah buku Kamil Al Baba yang fenomenal di Indonesia, berjudul Dinamika Kaligrafi Indonesia terbit tahun 1992.
CATATAN KESYUKURAN
Kesyukuran bertambah bagi saya, bersua dengan Maestro Kaligrafi Indonesia Bang Syaiful Adnan. Teman seperjuangan di Festival Seni Budaya Islami yang dihelat PDM Jogyakarta tahun 1997.
Penemu khot Syaifulli yang baru menyelenggarakan pameran tunggal, dimana saya tidak bisa menghadiri pameran beliau ini. Sungguh suatu anugerah terindah dari Nya yang tak terkira.
Alhamdulillah, bertemu dengan Gusti Prabukusumo yg se trah dengan istri dari jalur RM Ihsan Amangkurat Jawi IV yang malam itu membuka pameran. Kebetulan istri dari silsilah keatas nyambung kepada Kyai Nuriman Mlangi Yogyakarta.
Beliau memberi sambutan yang tulus dan penuh arti. Sembari menyitir kondisi kepemimpinan Indonesia yang sedang tidak baik – baik saja.
Sungguh, pameran ini menjadi peristiwa yang menyambungkan banyak tali temali perjuangan dan dakwah.
Sebab, saya bertemu pula dengan teman Guru pak Taufiq Ridwan yg sama – sama mantan guru SMU Muhammadiyah 2 Jogya. Dimana malam itu beliau menjadi pelelang lukisan para pelukis Jejaring Khat yg mau disumbangkan ke Palestina.
Sejak tahun 2000 tidak bertemu. Itu berarti 24 tahun silaturahim tersambung kembali. Beliaulah yang memberi ajang silaturahim di Selasar Malioboro dengan Bakmi Jowo yang bikin perut legowo. Malam yang indah.
Alhamdulillah, sekali lagi itulah barokah Ramadhan. Inilah berkah washilah panitia Pameran dari Akal Turun Ke Hati.
Maka, terimakasih untuk Trio Muharik Khot dan seluruh punggawa panitia yang sudah menjadi pemberi wahana dan taman kebahagiaan yang membawa kemuliaan. . Alloh jua pembalas setiap kebaikan.
HIKMAH SEJARAH & PERADABAN
Maka demikianlah, sesungguhnya manusia berjalan dengan taqdir dan jalan kehidupan sendiri – sendiri. Pada akhirnya selalu memiliki jalan cerita yang unik dan menjadi catatan sejarah.
Pintunya bisa melaui apapun saja. Sebagai panitia, sebagai peserta atau sebagai apapun dan siapapun saja. Jalinan cerita itu berjalin berkelindan dengan segudang kisah yang terpermanai.
Hikmah dan rangkaian sejarah akhirnya selalu terulang. Bahwa para pelukis dalam pameran ini khususnya, telah menorehkan sejarah dan peradaban Islam di bumi Nusantara. Sebagaimana yang disampaikan dalam dialog dengan KH Sirojuddin dengan mengatakan bahwa, para khotot Indonesia telah mengharu biru kaligrafi Islam tingkat dunia. Bersanding sejajar dengan negara Iran Mesir Turki dan negara lainnya.
Sebagaimana qori qoriah dalam percaturan internasional, demikian pula halnya.
Maka apa yang sudah ditebar para khot dan pelukis awal di Indonesia , hari ini 30 – 50 tahun lalu, dan berikutnya telah menjadi tonggak peradaban baru dalam dinamika kaligrafi Islam di Indonesia bagi dunia.
Bahwa jika dahulu khot ala Syaifulli dianggap khot yang ‘menyimpang’, sekarang menjadi sebuah catatan literasi baru, wacana dan paradigmanya berbeda. Bahwa khot klasik dan kontemporer memiliki kaidah dan polanya sendiri. Semua adalah hasil ijtihad berkesenian yang terus dinamis. Itulah hakekat ajaran syariat Islam yang estabished. Tidak bisa diganggu gugat. Namun sekaligus ada wilayah dialog dan pemaknaan baru sejauh yang bisa dikompromikan dan dibenarkan aqidah dan syariah Islam.
Malam itu kebahagiaan demikian hadir bertubi – tubi. Seolah berkah nyata dari langit yang turun ke bumi. Kiranya apa yang saya sampaikan di awal tulisan adalah sebuah doa. Para panitia dan siapapun saja telah memberikan kebahagiaan, dengan pameran menjadi medianya. InsyaaAlloh mendapatkan kebahagiaan dari Sang Pencipta. Tuhan yang Maha Indah dan Maha Membahagiakan !
Semoga
Salatiga, Ahad 13 Ramadhan 1445/ 24 Maret 2024.
(Penulis katalog pameran Dari Akal Turun ke Hati. Juga menulis buku Menggambar dengan Memori Bahagia serta penulis skripsi Religiusitas Warna Lukisan Amang Rahman )
















