Penulis📰 Husni/Telisik Hati
JOMBANG, BN News – Momen berkumpul usai lebaran menjadi hal penting yang bisa kita saksikan dimana-mana. Pertemuan keluarga besar menjadi fenomena unik yang rutin serta padat merayap yang bisa kita temukan di hampir setiap sudut lingkungan keluarga. Berkumpul bersama pasca lebaran menjadi momen spesial yang kerap ditunggu oleh banyak anggota keluarga. Termasuk pula, keluarga besar kami.
Hal ini sangatlah wajar, sebab di kesempatan itulah kita bisa melepas kerinduan setelah beberapa lama tak bersua, bahkan mungkin ada pula yang sekian purnama tak bertemu karena terhalang jarak, waktu dan juga kesempatan yang ada.
Berkumpul bersama keluarga besar di momen usai lebaran adalah sebuah keniscayaan yang harus diupayakan oleh siapapun itu yang mengaku memiliki keluarga besar.
Iya, Sabtu, 13 April 2024 adalah momen yang sudah ditunggu-tunggu oleh anggota keluarga besar kami. Lebih tepatnya halal bihalal pertemuan Keluarga besar Bani Ramli yang berlangsung di Jombang, sebuah kabupaten dengan icon kota santrinya.
Pertemuan itu berlangsung cukup meriah. Banyak anggota keluarga yang hadir, hampir sekitar 90%, sisanya tidak bisa hadir karena beberapa sebab seperti benturan dengan agenda lain, karena kerja dan juga kesehatan.
Pertemuan keluarga besar Bani Ramli di Jombang tahun 2024 ini adalah penyelenggaraan untuk yang ke -11 kalinya. Pertemuan ini pertama kali digagas di tahun 2012 oleh pengurus lama, Paklek Tadhim dan Paklek Amaki (alm) di rumah Paklek Dhanif (alm) di Surabaya. Awalnya hanya kumpul-kumpul keluarga dengan jumlah anggota keluarga yang masih sangat kecil. Namun seiring berjalannya waktu, sekarang jumlah anggota keluarga besar Bani Ramli sudah mencapai 131 orang, sebanyak 12 anggota sudah lebih dulu dipanggil Allah. Semoga mereka ditempatkan di tempat terbaik di surga-Nya. Aamiin.
Pertemuan IKABAR Sabtu, 13 April kemarin berlangsung di kediaman rumah saudara sepupu, lebih tepatnya, di rumah mas Heru Cahyono, putra pertama dari bulek Muzayanah di Jombang.
Pertemuan berlangsung penuh haru. Anggota keluarga banyak yang hadir. Acara dimulai tepat pukul 10.35, agak molor dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya yakni pukul 10.00. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat banyak anggota keluarga yang belum hadir. Bahkan saudari Novi Andriani, putri dari bulek Suningsih yang seharusnya didaulat menjadi MC terpaksa harus digantikan dengan mbak Ghoziyah sebab juga datang terlambat. Alhasil, acara pun dimulai meski beberapa anggota keluarga belum komplit hadir.
Mbak Ghoziyah membuka acara dengan penuh hikmat, sayup sayup alunan suaranya terdengar merdu bikin haru apalagi ditambah dengan alunan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh adik Candra, putra pertama dari Budi Raharjo (alm) sepupu kami.
Selepas baca Al Qur’an, acara pun dilanjutkan dengan prakata tuan rumah, mas Heru pun memberikan sambutannya dengan cukup lugas dan singkat. Intinya terimakasih atas kehadiran anggota keluarga IKABAR dan permohonan maaf bila ada kekurangan dalam menjamu undangan, demikian beliau berucap.
Usai prakata dari tuan rumah, sambutan pun dilanjutkan oleh ketua IKABAR (Ikatan Keluarga Bani Ramli) saudara Husni Mubarrok dan berlanjut sambutan dari sesepuh IKABAR, Paklek Muntadhim Muttaqwa.
“Mbak Ramli itu mbak kita, buyut kita. Beliau hidup penuh keterbatasan, namun beliau sangat cinta keluarga, sangat sederhana, pejuang dan sosok pekerja keras. Meski kehidupan ekonominya serba terbatas, namun semangat dalam mendidik putra-putrinya sungguh luar biasa, tak mengenal lelah hingga anak-anaknya banyak yang sukses. Itulah mbak kita, perjuangannya sungguh dahsyat dan harus kita teladani bersama sebagai generasi anak cucunya” ucap Husni sebagai ketua IKABAR dengan penuh semangat dan antusias.
Lebih lanjut Paklek Tadhim selaku sesepuh IKABAR pun berpesan, “Mbak buyut Ramli itu, sosok teladan, kalian sebagai anak cucunya harus bisa meneladani sikap hidupnya. Kesederhanaan, kegigihan, pekerja keras, taat beribadah dan cinta keluarga” ucapnya menambahkan penuh antusias.
Pertemuan IKABAR kali ini tak hanya ajang silaturrahmi berkumpul dengan keluarga namun juga terselip hikmah agar generasi anak cucu Mbah Ramli dapat mengenal sosok mbahnya lewat buku silsilah dan sambutan yang diberikan oleh ketua IKABAR dan sesepuh IKABAR. Harapannya tentu, nilai nilai moral perjalanan hidup dari sosok Mbah Ramli bisa diteruskan dan diteladani bersama bagi generasi anak cucunya.
Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Kita pun puas dan penuh suka cita. Menu makanan yang dihidangkan oleh tuan rumah juga tak kalah kerennya. Ada bakso, siomay, nasi goreng, ayam dan sebagainya. Tak ketinggalan pula es degan, semangka dan beragam makanan ringan dan snack yang memanjakan lidan. Pokoknya mantap, enak tenan.
Sesi tukar kado juga ikut meramaikan acara, apalagi dipandu oleh mbak Novi yang kocak penuh jenaka. Jadinya acara pun berlangsung makin meriah. Oh ya, tak ketinggalan pula ada sesi foto bersama, masing-masing keluarga dari anak cucu Mbah Ramli bergiliran berfoto bersama.
Mereka pun bergaya sesuai dengan keinginannya. Sepertinya mereka tak ingin, momen spesial ini berlalu begitu saja, tanpa hasil jepretan yang keren mempesona. Alhasil, foto-foto keren berhasil disajikan. Semuanya tak lepas dari peran sosok fotografer handal yang tampan dan baik hati. Siapa lagi kalau bukan mas Wildan, putra dari Paklek Khozin. Hehe.
Usai puas berfoto dan berbincang santai kita pun kembali pulang ke rumah masing-masing. Ada perasaan haru dan sedih karena kita harus berpisah kembali. Namun itulah pertemuan, pasti ada perjumpaan dan perpisahan. Meski kita harus berpisah kembali namun sejatinya hati dan ikatan batin kita tetaplah disatukan. Iya, fisik kita memang terpisah jarak dan tempat namun hati kita tetaplah bersatu dan bersaudara dalam keluarga besar Bani Ramli. Insyaallah. Aamiin.
Selamat beraktivitas kembali, semoga silaturahmi ini membawa keberkahan usia dan keberkahan rezeki kita semuanya. Minal Aidzin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Insyaallah kita bersua kembali di bulan Syawal tahun depan di pertemuan IKABAR ke -12 di rumah mbak Novi Kenjeran Surabaya.
Salam hangat penuh semangat. Barakallah (Husni)
















