Penulis📰 Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Duka mendalam dirasakan Keluarga Besar Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik atas berpulangnya Ir. H. M. Nadlillah Badaruddin, S.P, M.Si. menghadap Ilahi Robbi, Jumat (3/5/2024).
Betapa tidak, Beliau adalah suami tercinta Ning Hj. Sa’adatul Fitriyah, Adik Romo KH. Masbuhin Faqih. Semoga Almarhum selalu dilimpahi Agungnya Maghfiroh dan luasnya Rahmat Allah SWT.
Semasa hidupnya, Yai Nadlillah sapaan akrabnya, dikenal sebagai Pejabat yang rendah hati. Beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Pemkab Gresik. Sebelumnya juga pernah menjadi Camat Manyar dan Ketua LPPNU (Lembaga Pertanian Peternakan Nahdatul Ulama) PCNU Gresik. Yai Nadlillah hingga menghembuskan nafas terakhir adalah Wakil Ketua PCNU Kabupaten Gresik.
Meski lahir dan dibesarkan dari keluarga kyai dan pesantren, sosok Nadlillah tetap tampil sederhana, tidak menampakkan kehebatannya di depan umum. Sungguh, Beliau adalah pejabat sekaligus kyai yang selalu terlihat sederhana dalam banyak kelebihan dan prestasi yang ia miliki.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Yai Nadlillah Badaruddin meninggal dalam keadaan tidur terlelap. Namun saat pukul 01.00 dini hari hendak dibangunkan, Beliau masih tidur nyenyak.
Almarhum memiliki kebiasaan baik sholat malam pada waktu tersebut, sehingga istrinya Ning Sa’adatul, adik Romo KH Masbuhin Faqih selalu membangunkannya di pukul 01.00 WIB.
Kemudian, pada pukul 2.30 WIB, sang istri hendak membangunkan almarhum kembali untuk bersiap menunaikan sholat Shubuh. Namun, Allah ternyata telah memanggil Beliau untuk selamanya.
Yai Nadlillah Badaruddin meninggal dalam keadaan baik tanpa riwayat penyakit. Bahkan dikatakan ia sempat menonton Timnas Indonesia melawan Irak di rumahnya sebelum merebahkan badannya untuk tidur sejenak dan biasanya bangun dini hari untuk sholat malam.
“Beliau mboten sakit. Tadi malam masih lihat bola. Subuh dibangunkan sudah meninggal. Ya Allah, Husnul Khotimah, Surga menanti Panjenengan, Yai Nadlillah,” ucap Gus Khoirul Huda, anggota DPRD Gresik yang juga Santrine Yai Buhin ini.
Beberapa orang yang dekat Beliau merasakan kehilangan yang teramat dalam. Mereka bersaksi bahwa Yai Nadlillah adalah orang baik. “Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Saya bersaksi Njenengan tiyang sae. Husnul khotimah Yai Nadlillah, Aamiin YRA,” ungkap Gus Luckman Tebu Ireng, rekan sejawat Beliau saat di LPPNU PCNU Gresik.
Sekretaris Desa Suci Manyar Gresik Miftah merasa kehilangan dengan sosok Yai Nadlillah Badaruddin. “Beliau sosok yang santun, dan pejuang. Guru teladan bagi kami di desa dan masyarakat, baik di bidang pemerintahan, kemasyarakatan, sosial bahkan lingkungan. Saya banyak banyak belajar dari Beliau,” kata Miftah.
Nadlillah dikenal sebagai orang yang baik dan khidmat di NU, kemasyarakatan hingga pemerintahan. Hal tersebut juga disebutkan oleh Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Sholat Jenazah di Masjid Jami’ Roudhotus Salam Desa Suci.
“Saya juga menyaksikan Beliau orang yang baik, orang yang hebat. Beliau bekerja secara profesional dan berintegritas. Ini menjadi duka yang mendalam bagi kami Pemerintah Daerah, semoga amal beliau diterima dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah,” ungkap Gus Yani.
Yai Nadlillah Badaruddin meninggalkan 4 orang anak yang terdiri dari 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan serta 4 orang cucu. Semoga Husnul Khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Robb. Sugeng Tindak, Yai…!!!
Rasulullah SAW bersabda, ingatlah kalian akan kematian, sungguh demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya. Kalau seandainya kalian mengetahui seperti apa yang aku ketahui tentang kematian itu niscaya kalian akan sedikit saja tertawa dan akan lebih banyak menangis.”
Sungguh, Kematian adalah Nasihat terbaik untuk kehidupan. Monggo, bagi kita yang masih hidup, sareng-sareng Ngrekso Ati Jaga Diri, Semua Pasti Mati…!!!
Sudah berapa banyak orang yang yang kita cintai memenuhi panggilan Ilahi Robbi…???
Hanya soal waktu, kita pun bakal berhadapan dengan takdir Tuhan yang bernama Kematian…!!!
Ingatlah, tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian. ‘Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’. Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali).
Bila Izrail datang memanggil/ Jasad terbujur di pembaringan/ Seluruh tubuh akan menggigil/ Sekujur badan nan kedinginan…!!!
Saudaraku…!!! Tak ada yang abadi di dunia ini, semua bakal mati ‼️ “Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut”, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kekayaan, jabatan, pangkat maupun kedudukan tinggi tak kan mampu menyelamatkan kita dari kematian. Sungguh, Cukuplah kematian sebagai pemberi nasihat kehidupan‼️🙏😔🙏 (Didik Hendri Telisik Hati)
















