Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik benar-benar menaruh kepedulian dan perhatian yang luar biasa terhadap masyarakat nelayan. Kepedulian tersebut diwujudkan dalam Program Nelayan Berdaulat yang tertuang dalam Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, H Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Hj Wabup Aminatun Habibah (Bu Min), yakni Gresik Agropolitan.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik Johar Gunawan mengatakan, Nawa Karsa Gresik Agropolitan ini untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan. Menurut pejabat teras yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Gresik ini, pemerintah daerah wajib hadir membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Gresik dalam Nawa Karsa memiliki beberapa program peningkatan kesejahteraan nelayan, yang masuk dalam Gresik Agropolitan. Selain pemberian paket sembako, juga terdapat beberapa fokus utama dalam mewujudkan kesejahteraan nelayan,” terang Mas Johar sapaan akrabnya, Sabtu (18/5/2024).
Lebih lanjut Johar menyebut, beberapa fokus utama dalam mewujudkan kesejahteraan nelayan, diantaranya Program Go Tani pada sektor perikanan dan Program Nelayan Berdaulat dengan penyediaan permodalan lunak serta pembangunan beberapa titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Tujuannya, agar nelayan mudah untuk mendapatkan BBM bersubsidi.
“Beberapa SPBU khusus nelayan telah dibangun dan sudah beroperasi, seperti di Lumpur Gresik dan Campurejo Panceng. BBM bersubsidi ini menjadi nafas nelayan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memberikan bantuan paket sembako kepada ribuan nelayan di wilayah Gresik Utara, meliputi Kecamatan Manyar, Bungah dan Sidayu, di Pendopo Kecamatan Bungah, Kamis (16/5/2024).
Bantuan tersebut bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban para nelayan yang sedang tidak melaut karena dampak cuaca buruk.
Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani menyampaikan, bantuan sembako kepada nelayan bagian dari tugas pemerintah melalui dinas terkait untuk meringankan beban masyarakat.
“Masa kerja nelayan sekitar delapan bulan, sisanya itu kondisi cuaca buruk. Makanya kami bersama Bu Min membuat program Bhakti Peduli Nelayan Berdaulat,” ujarnya.
Gus Yani sapaan akrabnya menyebut, Bhakti Peduli Nelayan Berdaulat merupakan program baru yang sudah berjalan tiga tahun sejak awal kepemimpinannya bersama Wakilnya Aminatun Habibah.
“Pemerintah berusaha membantu meringankan beban nelayan di kabupaten Gresik. Mudah-mudahan sedikit bantuan ini bermanfaat,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.
Selain bantuan paket sembako, pemerintah juga berkomitmen membantu nelayan. Melalui badan usaha milik daerah (BUMD) yang berusaha mempermudah nelayan mendapatkan BBM bersubsidi.
Dikatakan, nelayan melaut tidak lebih dari 8 bulan, artinya ada masa jeda di mana saat musim angin barat maka tidak bisa melaut. Maka program bhakti nelayan berdaulat ini sebagai kompensasi untuk mengganti kebutuhan nelayan, program ini baru berjalan 4 tahun.
Sementara, Ali Santoso (43) nelayan asal Sidayu mengaku senang atas bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman nelayan.
“Bantuan yang diberikan setiap tahun saat musim barat, menjadi bukti kepedulian Gus Yani dan Bu Min terhadap masyarakat khususnya nelayan Kabupaten Gresik,” ucapnya dengan nada penuh syukur.
Johar menambahkan, sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Gresik mempunyai potensi yang cukup besar untuk dimaksimalkan. “Sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat nelayan,” pungkasnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















