Penulisš°āļø Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Kerap bikin onar di warung kopi (warkop),Ā seorang ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) diamankanĀ petugas Satpol PP Pemkab Gresik, Selasa (21/5). Setelah koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), ODGJ itu akhirnya dibawa ke RS Menur untuk menjalani perawatan.
Setelah dilakukan investigasi, diketahui ODGJ itu bernama Suyuti, WargaĀ Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas Gresik. ODGJ itu diamankan karena kerap bikin onar di warkop Cangkir, Pasar Senggol Jalan Arif Rahman Hakim. Tidak hanya mengebrak meja membuat konsumen takut, penjaga warkop itu bahkan disiram kopi sampai basah kuyup. Tanpa diduga, tiba-tiba kopi susu yang belum diminumnya itu langsung disiramkan.
Sebenarnya, ODGJ itu sudah cukup lama biasa ngopi di Warkop Cangkir,Ā bahkan tiap hari. Saat datang biasanya duduk tenang dan tidak banyak pola. Bagi yang tidak tahu, dipikir orang sehat dan tidak punya gangguan jiwa.Ā Sebab, melihat dari penampilannya selalu menarik dan gonta ganti baju baru. Bahkan kaca mata hitam selalu melekat di wajahnya.
Namun, seminggu belakangan ini terlihat berubah sikap. Biasanya yang tenang kerap marah-marah dan menggebrak-gebrak meja. Ketika masuk ke dalam kamar, dan ditegur malahĀ marah-marah dengan tatapan mata menakutkan. “Diam kamu jangan banyak omong,” ujarnya dengan kata membentak.
Puncaknya, terjadi Selasa kemarin. Selain hendak mengejar salah seorangĀ perempuan, ODGJ itu menyiram kopi susu penjagaĀ warkop sampai membuat pendengarannya terganggu tersumbat letek kopi. KetikaĀ penjagaĀ warkop itu enak mainan HP, dari arah samping tiba-tiba langsungĀ disiram kopi.
Sementara, Alfi Arianto, Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial pada Dinsos Pemkab Gresik menjelaskan, setelah dieksekusi dari warkopĀ ODGJ itu langsung dibawa ke RS Menur. Dan itu sudah atas persetujuan pihak keluarga.
“Perawatan itu kemungkinan sampai tiga mingguan. Tergantung tingkat ganguan mentalnya. Kalau sudah sembuh akan kita kembalikan ke keluarganya,” terang Alfi yang sudah hampir 8 tahun ngurusi ODGJ ini.
Dugaan sementara,Ā ODGJ itu stres karena di PHK dari tempat kerjanya PT. Iglas dan ditinggal istrinya. “Soalnya kalau tidak kita amankan akan terus membuat resah. Ini sudah menjadi tugas kami yang tiap hari harus berurusan denganĀ ODGJ. Ditampar dan diludahi sudah biasa,” tutur lelaki 48 tahun ‘penakluk’Ā ODGJ ini. (Didik Hendri Telisik Hati)
















