Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Jenpino
Ngabdi menyambut kedatangan Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah Ribka Haluk
yang melakukan kunjungan kerja ke Smelter PTFI di kawasan JIIPE, Gresik, Sabtu
(15/6/2024).

“Kami ingin melihat secara langsung Smelter Freeport Indonesia yang mulai beroperasi
pada Juni ini,” kata Ribka mengawali sambutannya di hadapan jajaran manajemen PTFI.
Ia mengatakan merupakan kebanggaan bagi masyarakat Papua bahwa konsentrat tembaga dari kawasan Tembagapura, Papua Tengah, berlayar hingga Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Ini adalah bentuk dukungan terhadap program hilirisasi yang ditetapkan pemerintah.
“Wilayah pertambangan Freeport di Timika berada di Provinsi Papua Tengah, maka
bagaimana kita membangun kerja sama dan kolaborasi bersama untuk menyelesaikan
berbagai masalah seperti pengangguran, kemiskinan ekstrem, dan penanggulangan
stunting,” kata Ribka yang datang bersama jajaran Pemprov Papua Tengah.

Jenpino menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan segenap pemerintah provinsi Papua Tengah. “Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah provinsi Papua Tengah untuk mengembangkan industri pertambangan yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat Papua dan semua pihak, sehingga bisa menambahkan nilai tambah yang maksimal untuk Indonesia,” katanya.
Ribka bersama rombongan berkeliling ke Smelter PTFI dan mengamati dari dekat
berbagai area penting di smelter, seperti Jetty (Pelabuhan), area operasional Smelter dan
fasilitas Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat, Unit Desalinasi serta Unit Effluent and Waste
Water Treatment Plant. Peninjauan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kesiapan Smelter PTFI menjelang beroperasi.
Diketahui saat ini Smelter PTFI tengah melakukan proses commissioning yaitu pengujian dan percobaan untuk memastikan peralatan dan sistem yang didesain, dipasang dan dioperasikan sudah sesuai sebagai upaya menyelesaikan proyek smelter secara substansial.
Smelter PTFI dijadwalkan akan mulai beroperasi pada Juni 2024. Selanjutnya akan
memasuki tahap produksi pada bulan Agustus dan ramp-up hingga mencapai kapasitas
penuh pada akhir bulan Desember 2024.
Smelter kedua PTFI ini mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas
produksi 1,7 juta ton. Selain katoda tembaga, smelter juga menghasilkan lumpur anoda
yang selanjutnya dimurnikan di Precious Metal Refinery (PMR) menjadi emas dan perak
batangan, serta Platinum Group Metals (PGM).

Hingga akhir Mei 2024, investasi yang telah dikeluarkan PTFI untuk pembangunan smelter tembaga single line dengan desain terbesar di dunia ini telah mencapai 3,67 miliar dolar AS, atau sekitar Rp58 triliun.
Tentang PT Freeport Indonesia (PTFI)
PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan perusahaan tambang mineral afiliasi dari Freeport-McMoRan (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). PTFI menambang dan memproses bijih untuk menghasilkan konsentrat tembaga, yang juga mengandung emas dan perak.
PTFI memasarkan konsentrat ke seluruh penjuru dunia, dan terutama ke smelter tembaga pertama dalam negeri, yang dioperasikan PT Smelting. Operasi penambangan PTFI berlokasi di kawasan mineral Grasberg, Papua – Indonesia.
Saat ini PTFI mengoperasikan tambang bawah tanah dengan metode block caving terbesar di dunia. Dalam menjalankan kegiatan operasinya, PTFI mengedepankan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. (Didik Hendri Telisik Hati)
















