Penulis📰✍️ STEIKASSI/Telisik Hati
Gresik, BN News – Civitas Akademika Sekolah Tinggi Kanjeng Sepuh Gresik (STEIKASSI) menggelar acara diskusi dengan tema Kontribusi Civitas Akademika dalam Meningkatkan Transparansi Pilkada 2024, pada Sabtu(26/10/2024).
“Sebagai Kaum Akademisi, Para Dosen dan Juga Mahasiswa memiliki peran yang sangat penting dalam setiap pelaksanaan Pemilu maupun Pemilihan,” ujar H. Alek Nasrullah selaku Komisioner Panwaslu Kecamatan Sidayu mewakili Komisioner Bawaslu Gresik Robbah Khunaifih yang tengah fokus mengawal logistik Pemilihan Serentak Tahun 2024.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula STEI Kanjeng Sepuh Gresik, dihadiri oleh seluruh Civitas Akademika dan juga Mahasiswa STEI Kanjeng Sepuh Gresik serta turut hadir juga para undangan dari unit yang ada di bawah naungan perkumpulan Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik
Ibu Nurul Istifadoh selaku Ketua dari STEIKASSI juga menyampaikan peran-peran strategis Akademisi, baik dosen dan juga mahasiswa dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2024, yang mencakup berbagai aspek berikut:
1. Partisipasi Aktif dalam semua tahapan Pemilihan Kepala Daerah
Sebagai Akademisi, Civitas Akdemika STEIKASSI diharapkan berpartisipasi secara aktif dalam Pemilihan dengan ikut serta mengawasi seluruh tahapan pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Gresik. Ini adalah cara kita untuk berkontribusi langsung terhadap jalannya proses demokrasi yang ada di Kabupaten Gresik.
2. Pendidikan Politik
Mahasiswa harus memiliki peranan dalam Pilkada mendatang, termasuk diantaranya mendidik masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas. Sebagai agen perubahan sosial, mahasiswa harus mampu menjadi penyambung lidah rakyat, menyampaikan informasi yang akuran dan relefan mengenai proses Pilkada kepada masyarakat dengan harapan Pilkada berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
3. Pengawasan dan Pemantauan
Civitas Akademika dan Mahasiswa dapat terlibat dalam kegiatan pengawasan pemilu untuk memastikan bahwa proses berjalan dengan jujur, adil, dan transparan. Mereka bisa bergabung dengan lembaga pemantau pemilu atau membentuk kelompok independent, dengan harapan bisa meng-advokasi isu-isu tertentu yang berdampak pada proses Pilkada.
“Melalui peran-peran ini, Civitas Akademika dan juga Mahasiswa STEIKASSI terutama mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga sebagai agen control social agar dapat aktif berperan dalam proses Demokrasi dengan menjadi pengawas partisipatif,” tandasnya.
Selain itu, dalam bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas demokrasi, Bawaslu Kabupaten Gresik mengajak Civitas Akademika untuk melakukan Kerja sama terkait Pendidikan politik dan Pengawasan Partisipatif.
“Bawaslu berharap ada peningkatan kesadaran bagi masyarakat terhadap proses dinamika politik yang berujung pada peningkatan partisipasi masyarakat sebagai pengawas partisipatif,” pungkasnya. (STEIKASSI/Telisik Hati)
















