Penulisš°āļøĀ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Ya Allah, umur tidak ada yang tahu. Inna Lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Selamat jalan Neng Arum, tugasmu di dunia telah selesai, kini Allah menantimu di Surga-Nya yang bergelimang bahagia selamanya…
Sungguh, kabar duka atas meninggalnya Neng Arum sapaan akrab Sekar Arum Kusuma Dewi Binti Bapak Djuwahir Ardiyanto ini benar-benar mengejutkan Keluarga Besar Bawaslu Kabupaten Gresik, Minggu (1/12/2024). Betapa tidak, sebelum meninggal, anggota Panwascam Gresik Kota ini bersama rekan-rekannya masih tampak penuh semangat mengawasi pelaksanaan Pemungutan Suara Pilkada Serentak 2024, Rabu, 27 November 2024.
“Beliau (Neng Arum, Red) semangatnya luar biasa dan sat set dalam menjalankan tugasnya sebagai Panwascam. Sampai-sampai dalam kondisi sakit pun, Neng Sekar tetap semangat menjalankan tugasnya, mulai Bimtek PTPS, Hari H Coblosan Pilkada, hingga rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kecamatan,” ungkap Mustain, Ketua Panwascam Gresik Kota.
Saat rekapitulasi, lanjut Mustain, dalam kondisi sakit, Neng Arum tetap mengawal penghitungan suara, meski harus menyandarkan tubuhnya di Musala Kecamatan. “Insya Allah almarhumah Husnul Khotimah. Banyak kenangan yang berkesan bersama Beliau saat di Panwascam. Terlebih saat monitoring ke PKD (Panwas Kelurahan/Desa),” ucap Mustain penuh haru.
Hal yang sama juga diungkapkan Bunda Tutus, Komisioner Panwascam Gresik. “Eneng Arum selalu di kantor, Pak. Gak pernah pulang. Terakhir ketemu waktu Beliau di pleno rekapitulasi kecamatan, tapi Beliau cuma rebahan di musala, sakit katanya badannya panas seperti terbakar. Kemudian minta Kak Neni untuk diantar ke rumahnya Bu Lika. Ya Allah Neng Arum, kami semua sangat kehilangan Njenengan. Husnul Khotimah, Neng Arum,” doa Bunda Tutus penuh kesedihan.
Kesedihan dan duka mendalam juga dirasakan oleh Keluarga Besar Bawaslu Gresik, mulai Komisioner, Kesekretariatan hingga seluruh jajaran Pengawas di tingkat kecamatan, desa, dan TPS. Semasa hidup, Beliau dikenal disiplin, pekerja keras dan profesional dalam menjalankan tugas yang diembannya sebagai anggota Panwascam Gresik Kota.
“Selamat jalan Bu Sekar Arum. Terima kasih sudah mengajarkan kami tentang kedisiplinan. Terima kasih atas pengabdian, dedikasi, dan perjuangan dalam mengawal demokrasi sebagai Panwascam di Kabupaten Gresik. Al-Fatihah,” kata Rozikin, Komisioner Bawaslu Gresik bersama komisioner lainnya, Habibur Rohman, Rofa’atul Hidayah dan kesekretariatan saat takziah sekaligus mengantarkan Pejuang Demokrasi ini ke Pemakaman Desa Kramatinggil, Kecamatan Gresik.
Untuk diketahui, semasa hidupnya, selain sebagai anggota Panwascam Gresik, Neng Sekar Arum Kusuma Dewi juga anggota BPD Desa Kramatinggil, Kecamatan Gresik Kota, Kabupaten Gresik. Beliau juga Ketua Paguyuban Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kabupaten Gresik.
Tak hanya itu, Sekar Arum juga dikenal sebagai pegiat seni dan budaya. Namanya terukir sebagai Pengurus Dewan Kesenian Gresik (DKG) periode 2016-2022. Bahkan, hingga menghembuskan nafas terakhirnya, Sekar Arum adalah Wakil Bendahara DKJT (Dewan Kesenian Jawa Timur) periode 2020-2025.
“Saya masih tak percaya kalau Mbak Sekar telah tiada, meninggalkan kita semua untuk selamanya. Masih ingat tawanya, senyuman khasnya. Tak ada lagi orang sepertimu yang tulus memberikan semangat dan nasihat. Doaku menyertaimu. Padang jembar kuburmu, Mbakku. Husnul Khotimah, Mbak Sekar Arum. Aamiin,” kenang Rocky Khasanain, pekerja seni budaya yang begitu dekat dengan almarhumah semasa hidupnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















