Penulisš°āļøĀ Didik Hendri Telisik Hati
Gresik, BN News ā Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Gresik mengadakan program Pembinaan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) 2024. Kegiatan yang bertempat di Hotel Arayanna, Trawas, Mojokerto, ini diikuti oleh 150 peserta dari KKMTs Kabupaten Gresik, termasuk para kepala madrasah dan tenaga pendidik. Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta dalam menyusun laporan keuangan sesuai standar yang berlaku.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Gresik, H. Pardi; Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma), Hj. Masfufah; Ketua KKMTs Kabupaten Gresik sekaligus Kepala MTsN Gresik, Pamuji; serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Budi Prasetsya, SE, MM, dan Bobin Satriyo Putro, SM. Turut hadir pula A. Syifa Qulub, S.Ag., MEI, selaku Kepala Bidang Pengelolaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Ketua KKMTs, Pamuji, menekankan pentingnya bimbingan teknis ini sebagai upaya menjawab tantangan pengelolaan madrasah, khususnya terkait BOSDA. āTantangan di madrasah itu besar sekali, oleh karena itu kita butuh bimbingan dari para pimpinan, utamanya terkait BOSDA ini,ā ujarnya, Selasa (3/12/2024).
Kepala Kemenag Gresik, H. Pardi, dalam arahannya mengajak seluruh peserta untuk bersatu padu dalam mengelola pendidikan di Kabupaten Gresik. Ia juga menyampaikan pesan inspiratif melalui akronim āLUPAā sebagai panduan dalam mengelola madrasah:
1. L (Lembaga): Madrasah harus memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Gresik.
2. U (Unit): Kerjasama antara kepala madrasah dan bendahara sangat penting agar setiap belanja BOSDA sesuai dengan sasaran dan kebutuhan.
3. P (Pengelola): Semua elemen madrasah, mulai dari guru hingga tenaga kependidikan, memiliki peran strategis dalam pengembangan institusi.
4. A (Aplikasi): Kepala madrasah diharapkan menguasai berbagai aplikasi digital, seperti EMIS, untuk mendukung pengelolaan yang transparan dan efisien.
H. Pardi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik, khususnya Bupati Gresik, atas dukungannya dalam penyaluran BOSDA untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
Sementara itu, A. Syifa Qulub dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menyoroti pentingnya pengelolaan pendidikan berbasis digital dan peningkatan kompetensi kepala madrasah. Beliau menekankan bahwa era transformasi digital menuntut semua pihak untuk terus update dalam manajemen dan mutu lembaga pendidikan. āHak pengelolaan harus selalu dihormati, dan kita perlu menjaga seluruh stakeholder yang terlibat di bidang pendidikan,ā tegasnya.
Melalui kegiatan ini, KKMTs Gresik berharap seluruh madrasah mampu menyusun laporan BOSDA dengan lebih transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi. Hal ini sejalan dengan visi bersama menciptakan pendidikan berkualitas dan berdaya saing di Kabupaten Gresik. (Didik Hendri Telisik Hati)
















