Penulisš°āļøĀ Didik Hendri Telisik Hati
BN News ā Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik mengadakan bimbingan teknis (bimtek) bagi penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Selasa (4/2/2025) di Manyar.
Mengusung tema “Membangun Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan Gresik Bersih Narkoba Menuju Indonesia Bersinar”, kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder, termasuk perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus, jurnalis, Fatayat, Muslimat, serta lembaga terkait lainnya.
Kepala Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Gresik, Basuki Risdiyanto, menyoroti bahwa Jawa Timur menempati peringkat kedua dalam penyalahgunaan narkoba, dan Gresik turut menghadapi ancaman yang sama.
Acara ini menghadirkan empat narasumber dari Bakesbangpol, Diskominfo Gresik, Kemenag Gresik, dan Polres Gresik. Kepala Bakesbangpol Gresik, Nanang Setiawan, menekankan bahwa narkoba telah menyebar hingga ke desa-desa, bahkan ada satu desa di Gresik dengan 40 pengguna narkoba.
Ia menyoroti pentingnya implementasi regulasi seperti Instruksi Presiden (Inpres), Undang-Undang Narkotika, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), Peraturan Daerah (Perda), dan Peraturan Gubernur (Pergub) dalam upaya pencegahan.
Sementara itu, Imam Chanafi dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik membahas pendekatan agama Islam dalam menangani penyalahgunaan narkoba. Ia mengajak semua pihak untuk bersungguh-sungguh dalam menangani masalah ini dan siap berkolaborasi dengan BNN melalui delapan penyuluh di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan.
Kepala BNNK Gresik, AKBP Suharsi, menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba di Gresik seperti fenomena gunung es, dengan banyak kasus yang tidak terdeteksi. Ia menambahkan bahwa narkotika dapat mendorong individu melakukan tindakan di luar akal sehat, yang berkontribusi terhadap tingginya angka kekerasan dan kriminalitas.
Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen, acara ditutup dengan penyematan pin penggiat anti-narkoba oleh AKBP Suharsi, didampingi Kasatreskoba Polres Gresik, Joko Supriyanto. Diharapkan melalui kegiatan ini, sinergi dan kolaborasi antar berbagai pihak dapat semakin diperkuat guna mewujudkan Gresik yang bebas dari narkoba serta mendukung visi Indonesia Bersinar. (Didik Hendri Telisik Hati)
















