Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Pasca aksi demo warga terkait aktivitas pawai dump truk sarat muatan galian c yang melewati beberapa ruas jalan di Desa Delegan mendapat respon positif dari PT. Orela Shipyard.
Untuk itu, Muspika Kecamatan Panceng bersama warga Desa Delegan, PT. Orela Shipyard, Dinas Perhubungan, PT. LBB, dan pengusaha galian c menggelar pertemuan yang diadakan di aula kantor Kecamatan Panceng Gresik, Jumat (14/02/2025).
Pertemuan itu merupakan bentuk tanggapan atas keberatan warga yang menganggap aktivitas angkutan material galian c tersebut bermasalah. Mulai dari muatan yang melebihi kapasitas, ugal-ugalan, jam operasional yang dilanggar, hingga mengakibatkan dampak kerusakan jalan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kaishub) Kabupaten Gresik Khusaini mengatakan, pihaknya akan mengkaji ulang aktivitas galian c dengan menghentikan sementara kegiatan operasionalnya.
“Keputusannya, untuk sementara kegiatan pengurukan ke PT Orela Shipyard yang melewati Desa Delegan dihentikan, dan akan dikaji lebih lanjut oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik” jelas Khusaini.
Sementara itu, Subagio yang mewakili Manajemen PT Orela Shipyard mengatakan, pihaknya hanya selaku pembeli material. Terkait teknis pengiriman itu mutlak dari PT LBB dan PT KCC.
” Kami sepakat membeli material urukan ke LBB dan KCC sampai di tempat (lokasi PT Orela, Red). Dan sepakat pula adanya impack di darat maupun di laut menjadi tanggung jawab vendor PT Orela,” kata Subagio.
Subagio juga menambahkan bahwa PT Orela juga peduli dengan masyarakat sekitar dengan beberapa program CSR yang sudah dilakukan. Bantuan tersebut meliputi perbaikan jalan umum desa, penanaman pohon mangrove, hingga pemasangan lampu jalan desa.
” PT Orela telah menyalurkan CSR ke beberapa desa di wilayah sekitar perusahaan, seperti Campurejo, Delegan, Ngimboh, Banyuurip, dan Sekapuk, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan,” terang Subagio.
“Kami berusaha menjamin keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan warga setempat,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tak kuasa menahan kesabaran, ratusan warga Pantura, khususnya masyarakat Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akhirnya melakukan Unjuk Rasa Damai, Senin (10/2/2025).
Pemicunya, warga Dalegan merasa terganggu dan tidak nyaman dengan adanya dump truck yang memuat batu urukan untuk Dock PT Orela Shipyard.
“Setiap hari ketika jam sekolah, kami merasa takut akan keselamatan anak-anak kita dengan lewatnya dump truk yang sarat dengan muatan. Lebih parah lagi, ketika Maghrib waktu jamaah masih juga terganggu dengan suara dan banyaknya pawai dump truk,” ungkap Korlap Aksi Unjuk Rasa Mas Jay dengan nada murka.
Tak cukup sampai di situ, gegara Orela, warga merasa sangat dirugikan. Jalan berlubang yang sudah ditambal secara sukarela dan dengan dana swadaya, kondisinya sekarang rusak parah akibat dilewati pawai dump truk sarat muatan.
Mohammad Aqib, warga setempat yang juga aktivis sosial kemasyarakatan ini, saat di lokasi unjuk rasa di Ngeneng Makam Dowo Dalegan menandaskan, pawai dump truk yang sarat muatan ke PT Orela sudah keterlaluan. Selain tidak taat jam operasional, dump truk ini juga mengancam keselamatan anak-anak, karena beroperasi saat anak-anak sekolah.
“Selain itu, jalan berlubang yang sudah ditambal secara sukarela dan dengan dana swadaya, kondisinya sekarang rusak parah akibat dilewati pawai dump truk sarat muatan. PT Orela harus bertanggung, jangan sampai masyarakat semakin murka,” tandas Aqib sapaan akrabnya.
“Mestinya pawai dump truk itu lewat jalur Ujungpangkah, karena Docking PT Orela lokasinya di Jl. Raya Ngemboh, Kecamatan Ujungpangkah. Jadi, masyarakat meminta, dump truk Orela jangan lewat Dalegan Panceng,” tambahnya serius. (Didik Hendri Telisik Hati)
















