Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Sehari sebelum mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Ibu Nyai Dr. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd. mengikuti Prosesi Wisuda Program Doktor dalam gelaran Wisuda ke-113 di Graha
Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya pada Rabu, 19 Februari 2025.
Dan yang lebih membanggakan, Ning Min sapaan akrab Putri Tercinta Almaghfurlah KH. Ahmad Muhammad Alhamad, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Qomaruddin Bungah ini sukses menjadi salah satu Wisudawan Terbaik. Hal itu tertuang dalam Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya Nomor: B/15224/ UN38.1/PP.12.19/2025 Tentang Pemberian Penghargaan kepada Mahasiswa Program Sarjana (S-1), Progam Magister (S2), dan Program Doktor (S3), yang dinyatakan sebagai Mahasiswa Berprestasi Tingkat Fakultas Yudisium Periode ke-113.
Dalam Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang ditandatangani Dekan Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si menetapkan Aminatun Habibah, Progam S3 Teknologi Pendidikan, NIM (Nomor Induk Mahasiswa) 21070996014, kelahiran Gresik, 19 April 1966 sebagai Wisudawan Terbaik IPK 3,98 dengan Predikat Pujian (Cumlaude).
Atas Penghargaan tersebut, Ning Min tak kuasa menahan haru sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah SWT, meski kini tak lagi menjabat sebagai Wakil Bupati. Menurut Ning Min yang juga Dosen Universitas Qomaruddin (UQ) Bungah, dirinya yakin inilah skenario terbaik dari Allah SWT.
Ning Min usai wisuda juga menyampaikan, semangat mencari ilmu harus dilakukan kapan pun dan di mana pun. Tidak pandang tua atau muda, formal atau nonformal, sekolah negeri atau swasta. Selama kita niat dan bersungguh-sungguh, keberhasilan akan menyertai kita. “Dan itu berlaku dalam kehidupan dan bidang apapun. Jika mau kerja keras, juga jangan lupa disertai doa, maka jalan akan lebih mudah dicapai,” ungkap Ning Min dengan nada penuh syukur, Kamis (20/2/2025).
Untuk diketahui, keberhasilan Ning Min meraih gelar doktor prodi Teknologi Pendidikan (TP), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) setelah menjalani ujian terbuka di Auditorium, lantai 11, Rektorat, Kampus 2 Lidah Wetan, pada Selasa, 14 Mei 2024 lalu.
Dalam sesi penentuan itu, Aminatun Habibah atau yang akrab disapa Ning Min memaparkan disertasinya tentang “Pengembangan Model Pembelajaran Amlaba dalam Meningkatkan Kemandirian dan Hasil Belajar Membaca Al-Qur’an bagi Penyandang Disabilitas Tunarungu” di hadapan promotor dan penguji.
Penelitian tersebut dilakukan di UPT Resource Center Gresik sebagai salah satu tempat pembelajaran Al-Qur’an atau TPA yang mengajarkan membaca Al-Qur’an pada penyandang tunarungu di Gresik. Penelitian ini didasarkan pada kondisi di mana penyandang disabilitas tunarungu khususnya di Gresik masih belum mendapatkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang cocok.
“Metode pembelajaran konvensional tidak bisa serta merta digunakan untuk penyandang disabilitas, karena itu saya kembangkan model pembelajaran Amlaba ini sejak 2022. Riset saya menunjukkan ternyata model ini bisa meningkatkan kemandirian dan hasil belajar membaca Al-Qur’an anak-anak di sana,” jelasnya.
Setelah melewati sesi pemaparan, tanya jawab, dan diskusi yang sedikit alot itu, Ning Min berhasil mempertahankan disertasinya tersebut dan dinyatakan berhak menyandang gelar Doktor ke-115 prodi S-3 Teknologi Pendidikan (TP) UNESA dengan IPK 3,98.
Ujian terbuka ini menghadirkan jajaran dewan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., (Rektor UNESA), Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., (Dekan FIP), Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., (Koorprodi S-3 TP), Dr. Andi Mariono, M.Pd (Koorprodi S-2 TP), Dr. Bachtiar S. Bachri, M.Pd., (dosen FIP sekaligus Wakil Rektor Bidang II UNESA), Dr. Andi Kristanto, M.Pd., (Wakil Dekan FIP), dan Dr. Fajar Arianto, S.Pd., M.Pd., (dosen TP). Pun hadir penguji eksternal dari UM, Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Ed.
Usai ujian, Ning Min menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh keluarga, pimpinan dan dosen UNESA, teman-teman, serta semua pihak yang telah membantu dalam perjalanan akademisnya. “Saya berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dan dapat diimplementasikan secara langsung khususnya di Gresik,” ungkapnya penuh semangat.
Keberhasilan Ning Min ini mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak. “Saya salut ya, meskipun padat kegiatan, tetapi bisa menuntaskan studi doktornya, luar biasa. Penelitian Ning Min ini bisa menjadi dasar bagi peraturan bupati tentang baca tulis Al-Qur’an, sehingga penerapannya bisa membantu pembelajaran bagi anak-anak disabilitas,” ujar Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani waktu itu
Bupati yang akrab dengan nama Gus Yani itu menegaskan bahwa menempuh pendidikan atau belajar itu tidak mengenal umur atau jabatan sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri. Dia mendorong jajarannya untuk mengikuti teladan Ning Min dalam mengupgrade ilmu. Ini lantaran dari persentase jumlah penduduk, persentase mereka yang meraih gelar S2 dan S3 jauh jumlahnya sangat kecil. ( (Didik Hendri Telisik Hati/bersambung)
















