Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
Kemenag Gresik, BN News – Kementerian Agama Kabupaten Gresik bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Gresik menunjukkan kepeduliannya terhadap dampak banjir yang melanda wilayah Gresik Selatan, yakni Cerme, Menganti, Benjeng, dan Balongpanggang dalam beberapa hari terakhir. Sebagai bentuk solidaritas, bantuan sosial disalurkan kepada madrasah, masjid, musholla, dan TPQ yang terdampak, Kamis (6/3/2025).
Penyerahan bantuan berlangsung di tiga kecamatan terdampak dengan dihadiri oleh 64 perwakilan dari berbagai lembaga keagamaan, serta Kepala KUA dari masing-masing wilayah.
Kepala Kemenag Gresik, H. Pardi, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menangani dampak bencana dan memulihkan sarana keagamaan yang terdampak.
“Melalui UPZ Kemenag Gresik, kami bersama-sama berupaya untuk memberikan sesuatu yang dapat kita berikan sebagai sambung rasa dan silaturahim. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu pemulihan fasilitas keagamaan,” ujar H. Pardi.
Dalam kesempatan tersebut, H. Pardi juga menyampaikan bahwa kehadiran Kemenag Gresik bukan hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, walaupun melalui sistem daring (di KUA Benjeng).
“Kami hadir di sini untuk menyampaikan rasa simpati dan empati. Kami juga mengimbau agar file-file serta barang penting diselamatkan dengan meletakkannya di tempat lebih tinggi, setidaknya di atas 1,5 meter, agar tidak terdampak banjir,” tambahnya.
Banjir yang melanda beberapa wilayah di Gresik, utamanya bagian selatan merupakan luapan dari sungai/kali Lamong. Dan dalam beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada sarana pendidikan dan ibadah. Kemenag Gresik berharap bantuan ini dapat menjadi langkah awal dalam pemulihan pasca-bencana serta memperkuat solidaritas antarwarga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Gresik untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat. Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memastikan keberlanjutan aktivitas keagamaan di wilayah terdampak. (Didik Hendri Telisik Hati)
















