Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Dalam rangka menjalin silaturahmi antar ulama, umara, serta masyarakat di bulan suci Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas mengadakan Safari Ramadan di beberapa masjid.
Pada kesempatan ini, MUI Kebomas mengadakan Safari Ramadan di Masjid Darul Muttaqin Kawisanyar pada 11 Maret 2025 serta di Masjid Miftakhul Huda Gulomantung pada 12 Maret 2025.
Ketua MUI Kebomas, KH Muhsin Munhamir, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah antarelemen di Kecamatan Kebomas.
“Karena kebersamaan dalam kebaikan sangat diperlukan dalam kehidupan sosial serta menjaga kebersihan hati dalam berperilaku,” ungkap Kiai Munhamir saat diwawancarai, Kamis (13/3/2025).
Lebih lanjut, Kiai Munhamir juga mengajak masyarakat meneladani Surah Al-‘Asr ayat ke-3 dalam kehidupan sosial sehari-hari:
“Illalladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati wa tawaashau bil-haqqi wa tawaashau bish-shabr.”
“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
Tidak hanya itu, Kiai Munhamir turut menyerukan kepada masyarakat, terutama para takmir, agar menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi anak-anak.
“Yang sering luput dari perhatian kita adalah menjadikan masjid sebagai tempat ramah anak, agar anak-anak kita betah di masjid, sehingga pelan-pelan bisa kita ajak untuk belajar ilmu agama,” terang beliau.
Harapan dari Ketua MUI Kebomas ini sontak mendapat respon positif dari Anggota DPRD asal daerah pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Kebomas dan Gresik, Dimas Setio Wicaksono. Mas Dimas sapaan akrabnya mendukung penuh terwujudnya masjid ramah anak. Untuk itu, para takmir masjid agar terus melakukan terobosan guna menarik minat anak-anak dan remaja gemar dan mencintai masjid.
Salah satu yang bisa dilakukan, menurut Mas Dimas, melengkapi fasilitas masjid dengan perangkat sambungan internet (Wifi). Hal itu untuk memantik daya tarik anak untuk mau ke masjid. Pada gilirannya. akan lebih mudah mengarahkan mereka untuk menjadikan pusat ibadah dan mendiskusikan berbagai hal berkait dengan kehidupan sehari-hari.
“Saat ini kenakalan anak dan remaja mulai ada trend peningkatan. Untuk mengurangi dan mengarahkan pada kegiatan yang lebih baik, tida salah kalau masjid memasang perangkat Wifi. Saat ini eranya digital yang bisa diakses lewat gadget atau HP. Kalau ada Wifi, mereka pasti senang ke masjid sambil pelan-pelan diarahkan ke hal-hal yang baik. Lha, daripada mereka nongkrong di warkop yang tidak bisa dikontrol,” ungkap Dimas yang juga Bendahara Komisi Dakwah, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Gresik ini.
Sementara Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot, berharap seluruh elemen masyarakat Kecamatan Kebomas berperan serta menjaga situasi keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama Ramadan dan juga Idul Fitri mendatang.
“Dalam membangunkan sahur, misalnya, jangan menggunakan sound system yang suaranya berlebihan hingga mengganggu ketenangan warga. Menaruh motor juga mesti di dalam pagar dan gerbang ditutup, termasuk memasang kunci ganda. Saat pulang mudik nanti, pastikan aliran listrik, aliran gas, aliran air sudah dimatikan. Kita berharap wilayah Kebomas dalam situasi kondusif dan aman,” ujar Kapolsek.
Sementara Camat Kebomas, Tri Joko Efendi mengingatkan, bahwa pelaksanaan tradisi malam selawe yang berlangsung pada malam ke-25 Ramadan di kawasan Giri, Kebomas hendaknya dikembalikan ke spirit awal untuk meningkatkan ibadah. Selama ini, katanya, masyarakat lebih fokus ke acara belanja untuk keperluan Hari Raya ketimbang meningkatkan rangkaian ibadah Ramadan.
“Malam selawe tahun ini, kita akan kembalikan ke tujuan awal untuk menghidupkan malam likuran dengan ibadah mencari lailatul qodar dengan solat dan i’tikaf di Masjid Komplek Makam Sunan Giri. Warga masyarakat diminta untuk proaktif, sementara bagi warga yang mau berziarah, berbelanja, atau sekadar jalan-jalan, juga tidak dilarang,” pesan Camat Tri Joko.
Dalam gelaran Safari Ramadan itu, dihadiri Camat Kebomas Tri Joko Efendi, S.H., Anggota DPRD Gresik Dimas Setio Wicaksono, Kepala KUA Kebomas H. Khalili, beberapa kepala desa, serta masyarakat sekitar. (Didik Hendri Telisik Hati)
















