Penulis📰✍️ Syafik Hoo/Telisik Hati
Gresik, BN News – Bertempat di halaman ponpes Alkarimi diselenggarakan Peringatan Nuzulul Qur’an dan Takhtimul Kutub malam 21 Ramadhan 1446 H, Kamis (20/3/2025). Ratusan Santri ponpes Alkarimi tumplek blek memenuhi halaman acara tersebut dengan media tikar tempat duduk secara lesehan santriwan dan santriwati duduk secara tertib sampai selesai acara.
Kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun di malam 21 bulan Ramadhan dengan tujuan menggapai Lailatul Qodar memasuki akhir Ramadhan atau putaran ke 2 Ramadhan juga sebagai akhir santri ponpes Alkarimi pada kegiatan bulan Ramadhan baik yang mondok maupun yang tidak mondok.
Acara dimulai dengan Khatmil Qur’an dan doa oleh Santri Alkarimi selanjutnya, pembacaan Tahlil oleh KH Moh Amin Syam Pengurus YPP Alkarimi. Dan berlanjut acara penampilan santri, yakni diisi dengan penampilan Rebana Hilwa Awi dan Duet Qori’ Terbaik di Ponpes Alkarimi.
Adapun kitab yang dibaca di bulan Ramadhan Ponpes Alkarimi, yakni Bahjatul Wasail, Khasiyah Ala Abi Jamrah, Asrorus Shoim, Ayyuhal Walad, Annashoihud Diniyah, Tarbiyatul Walad, Almaratus Sholihah, Hujjah Ahlussunah Waljamaah, Washiyatul Musthofa, dan Wahoya Al Aba’ Lil Abna’.
KH Abdul Muhshi M.Pd.I Pengasuh Ponpes Alkarimi Tebuwung dalam kata sambutan mengatakan, Malam hari ini dengan keberkahan Ramadhan kita bisa mengkhatamkan beberapa kitab ngaji Ramadhan di pondok tentunya ini harus di aplikasikan kepada diri santri dan masyarakat sebagai bentuk edukasi.
“Pesan saya mulai besok jam 09.00 santri diperkenankan untuk pulang atau boyong ke tempatnya masing-masing atau orang tua, selama kegiatan di pondok Monggo santri untuk selalu Istiqomah mengerjakan hal hal kebaikan yang sudah diprogramkan di pondok. Jangan lantas saat pulang dari pondok di rumah tidur saja. Tentu hal ini tidak baik bagi kalangan santri. Semoga santri bisa istiqomah dalam kebaikan dan memberi manfaat kepada umat dan masyarakat,” pungkas Yai Muhshi sapaan akrabnya.
Sementara H. Muslih Hasyim Alumni Ponpes Alkarimi sebagai pengisi Tausyiah dan motivasi kepada Santri Alkarimi mengajak kepada santri bahwa mondok itu harus sing temen, cinta kepada Pengasuh dan Bunyai, Insya Allah ada keberkahan. H. Muslih menceritakan, saat mondok di Alkarimi 40 tahun yang lalu dikatakannya bahwa berkah itu ada dan nyata.
“Dulu, ketika saya mondok, saya ini tidak pintar, yaa pas pasan. Namun saya sangat takdlim taat patuh kepada Kiyai Ponpes Alkarimi. Dan inilah perjalanan yang saya tempuh hingga saat ini Insya Allah lancar baik karir maupun bisnis saya,” ungkapnya sembari mengenang masa-masa di pondok Alkarimi.
“Saya dulu mondok di sini paling kecil sendiri di antara yang lain sampai ada tragedi kaki sampai atas saat masak ketumpahan kuah/dudo panas akhirnya seluruh kaki sampai pupu saya mloncot akibat ke siram kuah/Dudo panas itu yang tidak pernah saya lupakan,” imbuhnya.
“Semoga pengalaman mondok saya ini bagi kalangan santri sekarang ini bisa ditelisik untuk dijadikan referensi bahwa keberkahan itu ada di Ponpes Alkarimi, yang penting kata kuncinya adalah sungguh sungguh cinta kepada kiyai/pengasuh dan selalu kirim doa kepada Masyayikh pondok Alkarimi,” tutup H. Muslih Hasyim.
Di akhir acara diisi dengan doa berkah oleh KH Murtadlo Abdullah Selaku Ketua YPP Alkarimi dilanjut penampilan Pagar Nusa (PN) Ponpes Alkarimi sebagai penghujung acara terakhir serta ramah tamah di Aula Umu Kultsum.
Turut hadir pada acara Takhtimul Kutub Asatid Wal Asatidlah, Bunyai Saadah, Bunyai Karimah Karim, Bunyai Syaghofah dan Bunyai Afiyah Wijirahayu (Neng Yayuk) Ponpes Alkarimi. (Syafik Hoo/Telisik Hati)
















