Penulis📰✍️ Kemenag Gresik/Telisik Hati
BN News – Kabupaten Gresik menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang dipilih sebagai lokasi Program Kampung Zakat. Untuk mempersiapkan implementasinya, Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerjasama Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Muhibuddin, S. Fil. I, M.E., bersama tim melakukan kunjungan kerja pada 25-26 Maret 2025.
Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Kemenag Gresik, H. Pardi, serta pejabat lainnya. Selain pertemuan di Kemenag Gresik, tim juga mengunjungi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik, yang menyatakan dukungan penuh terhadap program ini sebagai langkah strategis dalam pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.
Selama dua hari, tim Kemenag RI meninjau empat desa potensial untuk dijadikan Kampung Zakat, yakni Desa Metatu (Kec. Benjeng), Desa Banjarsari (Kec. Cerme), Desa Pelemwatu (Kec. Menganti), dan Desa Karangandong (Driyorejo).
Pada hari pertama, mereka mengunjungi Desa Metatu dan Desa Banjarsari, serta melakukan pembinaan KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) dan pentasyarufan 20 paket sembako di KUA Gresik. Keesokan harinya, survei dilanjutkan ke Desa Pelemwatu dan Desa Karangandong untuk menilai kesiapan infrastruktur serta potensi masyarakat dalam menjalankan program ini.
Program Kampung Zakat merupakan kolaborasi antara Kemenag RI dan Kemendes PDTT RI untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Muhibuddin beserta tim, didampingi Penyelenggara Zawa Kemenag Gresik, Nelly Afroh, serta Kepala KUA Kecamatan Gresik, Nasichun Amin, meninjau langsung kondisi desa-desa tersebut.
Diharapkan, dengan adanya Kampung Zakat, masyarakat Gresik dapat merasakan manfaat nyata dari pengelolaan zakat yang terintegrasi dalam aspek ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, sekaligus menjadi percontohan bagi daerah lain di Jawa Timur. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















