BN News — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Reguler Tahun 2025 M/1446 H yang berlangsung di MTsN 1 Kota Kediri, Selasa (8/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses edukasi dan pembinaan calon jamaah haji Kota Kediri menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh-tokoh penting dan pejabat dari berbagai instansi, di antaranya:
1. KH. An’im Falachuddin Mahrus – Anggota Komisi VIII DPR RI
2. KH. Zubadus Zaman – Wakil Ketua BAZNAS Kota Kediri
3. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri
4. Para pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Kota Kediri
5. Para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Kediri
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar mengajak seluruh calon jamaah untuk bersyukur dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberi kesehatan dan kemudahan dalam menunaikan ibadah haji. “Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan lahir dan batin, serta kelancaran dalam menjalani ibadah haji. Ini adalah panggilan suci, dan kita harus menjalaninya dengan penuh kesadaran dan kesiapan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengikuti bimbingan manasik haji secara serius. Menurutnya, manasik adalah sarana untuk memahami secara mendalam rukun, wajib, dan larangan dalam pelaksanaan ibadah haji. Ia menambahkan bahwa calon jamaah dapat mengikuti manasik tambahan di Kantor Urusan Agama (KUA) terdekat sebagai bentuk penguatan materi. Selain aspek keilmuan, Kakanwil juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental. Ia mengimbau jamaah untuk mulai mengatur pola makan, menghindari makanan yang berisiko menimbulkan penyakit, serta melatih kesabaran menghadapi berbagai kondisi di Tanah Suci.
“Tata mental, tata perilaku, dan ucapan kita. Harus sabar dengan kondisi apa pun. Kita akan berbaur dengan banyak orang, dengan berbagai karakter dan situasi yang tidak selalu nyaman. Di situlah ujian haji sesungguhnya,” tegasnya.
Ia juga memberikan arahan agar jamaah selalu menjaga dokumen penting, terutama ketika sudah berada di Arab Saudi. Dokumen yang tersimpan di tas kecil (tas paspor) seperti identitas, visa, dan kartu layanan haji harus selalu dibawa dan tidak boleh tertinggal.
Kegiatan manasik di Kota Kediri ini disambut antusias oleh para calon jamaah, terlihat dari semangat peserta yang aktif menyimak materi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknis pelaksanaan ibadah haji. Para pimpinan KBIH juga menyampaikan komitmen untuk terus mendampingi jamaah agar siap secara spiritual dan teknis.
Dengan pembekalan yang diberikan, diharapkan jamaah haji asal Kota Kediri dapat menunaikan ibadah dengan aman, tertib, dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















