BN News – Anggota DPRD Jatim asal Fraksi Partai NasDem dari Dapil Lamongan-Gresik Dr Ahmad Iwan Zunaih menggelar sosialisasi empat pilar moderasi beragama bersama Ikatan Alumni Darul Ma’arif (IKADAMA) di Kantor Ranting NU Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Sabtu (12/4/2025) malam.
KH Hakim Rahman selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Payaman, Solokuro, Lamongan dalam sambutannya mengaku bersyukur karena bisa bersilaturahim dengan Gus Iwan sapaan akrab Ahmad Iwan Zunaih bersama IKADAMA di saat bulan Syawal, sehingga bisa sekalian Halalbihalal dengan wakil rakyat yang ada di DPRD Jatim.
Sementara itu, Dr Ahmad Iwan Zunaih menegaskan bahwa Moderasi Beragama itu berbeda dengan Moderasi Agama. Tema ini juga sesuai dengan instruksi Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang meminta untuk menjaga stabilitas dan memperkuat kerukunan antar umat beragama di Jawa Timur.
“Moderasi Beragama itu menyangkut sikap kita beragama itu bagaimana? Islam itu sudah moderasi karena menganjurkan umatnya untuk selalu bersikap di tengah-tengah (ummatan wastho),” jelas Gus Iwan.
Sebagaimana pesan Gubernur Khofifah di berbagai kesempatan, lanjut Gus Iwan, untuk menjaga moderasi beragama itu diperlukan 4 pilar (prinsip) yang harus dipedomani oleh seluruh umat beragama.
“Pertama, menjaga komitmen kebangsaan (Hubbul Wathon Minal Iman). Makanya jangan suka eker- ekeran dengan sesama orang Islam dan jangan mudah terpengaruh isu dan tipu daya karena mereka itu sebenarnya ingin merusak Islam,” bebernya.
Kedua, toleransi dengan saling menghormati keyakinan orang lain yang berbeda agama. Ketiga, dalam berdakwah sampaikan dengan lemah lembut (mauidhoh hasanah).
Dan keempat, menghormati dan menghargai budaya lokal (kearifan lokal). Gus Iwan mencontohkan bahwa Tahlil, Istighotsah, Sedekah Bumi itu bagian dari budaya sehingga perlu dilestarikan.
“Islam datang bukan untuk mengubah budaya tapi memberikan nilai agar budaya itu sesuai dengan ajaran Islam. Jadi apapun yang tidak menyimpang ajaran Islam itu tidak apa-apa,” jelas menantu KH Abdul Ghofur Pemangku Ponpes Sunan Drajat Lamongan.
Anggota Komisi A DPRD Jatim itu secara khusus juga mengingatkan perlunya memperhatikan kualitas pendidikan Islam. Mengingat, lulusan sekolah di Jatim belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Pendidikan kita belum baik baik saja, sehingga IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Jawa Timur tak kunjung meningkat secara signifikan,” dalihnya.
Rektor Universitas Sunan Drajat itu menilai lembaga pendidikan saat ini sengaja dibikin hanya memprioritaskan kemampuan keilmuan semata, sehingga makin jauh dari prinsip-prinsip yang telah diajarkan Islam.
“Sing penting iku bener bukan pinter. Pinter tapi tidak bener nanti bisa keblinger,” tegas Gus Iwan Zunaih.
Ia menyitir Qur’an Surat Aljumat yang mengajarkan prinsip-prinsip pendidikan yang benar. Pertama adalah memprioritaskan keimanan, sehingga perlu ditanamkan dengan baik (yatlu alaihim ayatihi). Berikutnya adalah akhlak atau moral (wayuzakkihim). Dan terakhir barulah ilmu (wayuallihumul kitaba).
Di ayat yang lain, kata Gus Iwan, Al-Qur’an juga menyatakan dengan makna yang hampir sama yaitu, Warfaillahulladzina amanu minkum wallladzina uutul ilma darojat.
“Realita yang kita jumpai sekarang, justru banyak lembaga pendidikan berlomba-lomba memberikan penghargaan berupa spanduk dan baliho jika ada anak didiknya yang mendapat prestasi di bidang matematika, IPA dan lain sebagainya. Sebaliknya, siswa yang berakhlak baik justru tak pernah diberi penghargaan,” pungkasnya. (Telisik Hati)
















