BN News – “Progresivitas dalam berkesenian, khususnya kesenirupaan, adalah tanggung jawab dan suatu keniscayaan . Kecintaan dan semangat mewujudkan laku lampah dalam dunia nyata, memang berat dan penuh liku. Baik perwujudan bentuk karya seni rupa dua dimensi, maupun dalam bentuk karya seni rupa kontemporer lainnya”
( dikutip dari kata pengantar Buku Laku Lampah karya Anang Prasetyo 2025)
Tulisan tentang autobiografi, khususnya bagi murid, belum banyak Guru yang memulai. Kalaupun ada hanya parsial. hanya beberapa murid saja. Adapun penulisan autobiografi bagi setiap murid, sesungguhnya sedang memainkan peranan penting bagi pengenalan diri murid dengan dirinya sendiri. Sekaligus, karena didalamnya juga berisi impian dan cita – cota setidaknya itu memacu dan memicu murid untuk menggapai apa yang ia tuliskan dan cita-citakan.
Apalagi ini melalui pelajaran seni rupa atau seni budaya, maka ini menjadi tantangan sendiri yang berbuah kebahagiaan di hati, nilai rasa estetika dan artistika murid menjadi terasah.
Kurikulum Merdeka telah mengajarkan saya sebagai pendidik dan pengajar Seni Rupa ( dulunya Seni Budaya) untuk memerdekakan diri dari belenggu kurikulum yang kadang pada akhirnya justru menjerat pendidikan seni rupa.
Kini dengan datangnya menteri baru maka semakin membawa kemerdekaan sejati dalam mencipta , mengkreasi kurikulum pendidikan seni rupa yang ‘membebaskan’.
Penyadaran perihal pendidikan seni rupa, baik tataran ideologis, pedagogis hingga prosesi penciptaan karya seni dan penulisan seni, telah menjadikan babak baru kependidikan seni yang mencerdaskan, mencerahkan dan ‘membebaskan’.
Sungguh ini adalah suatu pencapaian yang menggembirakan hati dan sekaligus mendebarkan.
Mengapa?, lebih karena harapan manusia agar menggapai substansi pendidikan yang sejati, yakni mengerti akan ” sangkan paraning dumadi ( mengetahui darimana , mau apa dan kemana)” perjalanan hidup, melalui pelajaran seni, kian terwujud.
Tahun ini, sengaja saya mendesain agar murid menceritakan kisah hidupnya ( autobiografi) beserta dengan karya – karya seninya.
Autobiografi adalah sebuah karya tulis yang menceritakan kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang itu sendiri. Autobiografi biasanya mencakup pengalaman berkesenirupaan, peristiwa, dan refleksi bahkan cita – cita tentang kehidupan penulis.
Autobiografi dapat berupa:
– Buku harian ( diary seni)
– Memoar
– Riwayat hidup
– Pengalaman pribadi
Tujuan autobiografi adalah untuk:
– Membagikan pengalaman hidup
– Menginspirasi orang lain
– Merefleksikan kehidupan sendiri
– Meninggalkan warisan bagi generasi mendatang
– mewujudkan impian dan cita – cita yang belum tergapai
Bahwa autobiografi murid saya, secara bersama hadir dengan ragam karya seni yang ia ciptakan.
Pengalaman berkesenirupaan dalam kelas melalu buku Diary Seni nya adalah wilayah yang memungkinkan untuk bersinergi dengan pengalaman hidup seseorang.
Sekaligus ini menjawab tantangan sebuah pelajaran di kelas yang memungkinkan terjadinya dialektika Tuhan – Alam – Manusia secara paripurna.
Manusia sebagai subyek mampu memahami , dalam artian secara praktikal menggambar, melukis , berkreasi seni, sekaligus menuliskan apa yang terjadi dalam dirinya sendiri , menjadi suatu daya kejut bahwa dirinya adalah makhluq yang luar biasa.
Bahasa sederhananya, saya sebagai Guru dan Pelukis, merasa senang hati dan sungguh berbahagia, bahwasanya murid – murid itu saya ajak menyelami dirinya sendiri, kelebihan dan kelemahan, pengalaman memori bahagianya, sekaligus berusaha menggambar impian yang dicita-citakan, serta cita – cita hidup gang diimpikan.
Keseluruhannya adalah berkisah tentang diri dan kebermanfaatn terhadap manusia dan alam serta lingkungan dimana dia ada dan berpijak.
Maka, buku karya murid saya yang Anda baca ini, pada hakekatnya adalah menyelami samudera kehidupan seseorang.
Pada tataran dunia remaja, yang penuh gejolak jiwa dan impian tinggi yang hendak dicapai. Maka, pengenalan terhadap diri sendiri mutlak dan wajib mereka pahami. Sebab, bukankah orang yang berhasil adalah orang yang mampu mengenali dirinya sendiri ? Pepatah Arab mengatakan Man arofa nafaahu faqod arofa robbahu Barangsiapa mengemali diri sendiri niscaya dia mengenali siapa Tuhannya. Disitulah fundamental psikologis remaja demi mencapai ketatagan dalam jiwanya. Bahwa ada Tuhan Pencipta yang Maha Indah ( Yaa Jamiil) , Maha Kreatif ( yaa Mushowwir) dan Maha Pencipta ( yaa khooliq) yang menjadi sandaran utama hidup dan kehidupan di dunia ini.
Sebagai penutup, karya tulis autobiografi bagi setiap murid ini adalah salah satu usulan dalam bentuk penulisan. Khususnya murid – murid remaja yang sedang menggapai pengenalan diri dan pencapaian cita-cita dengan menuliskan seluruh pemikiran dan kreasi daya cipta serta karya tulis pertamanya.
Semoga karya tulis autobiografi ini nantinya disusul dengan buku lain yang lebih mencerahkan , inspiratif dan menggerakkan dunia pendidikan pada umumnya, pendidikan seni rupa khususnya. Sehingga cikal bakal karya tulis ini kelak ditumbuh suburkan dengan munculnya karya tulis lain yang lebih menyejarah dan menjadi artefak kebudayaan dalam peradaban Nusantara dan dunia.
semoga
Selamat dan sukses serta berkah selalu dalam menata diri menjadi insan beriman yang cerdik mandiri bertaqwa dan berdaya guna.
Dari RA Kartini kita belajar tentang buku Habis Gelap Terbitlah Terang, maka kalianlah cahaya yang terang yang Padhang Njingglang yang dinantikan!!
apapun
Selamat Membaca
Selamat mengarungi jiwa – jiwa yang Merdeka…
melalui karya tulis autobiografi karya murid akhirnya kita sedang menyelami dunia merdeka mereka. (*)
Tulungagung, Senin 21 April 2025
*Penulis, Anang Prasetyo adalah Guru Deni Rupa SMKN 1 Boyolangu
















