BN News – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama dengan Bank Mitra Penyalur Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non Pegawai Negeri Sipil (PNS), pada Senin (19/5) di aula setempat.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat administrator Kanwil Kemenag Jatim dan para kepala kantor cabang bank mitra terkait. Bank mitra tersebut diantaranya Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Jemur Handayani Surabaya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) KC Jemursari Surabaya, Bank Negara Indonesia (BNI) KC Graha Pangeran Surabaya, Bank Tabungan Negara (BTN) KC Sidoarjo, Bank Mandiri KC Sidoarjo Gateway, Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BPD Jatim) KC Utama Surabaya.
Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kemenag dan perbankan saling membutuhkan. Maka dari itu diperlukan pemahaman dan kesepakatan bersama, utamanya dalam menjalin kerjasama. “Tujuan bersama kita adalah memberikan layanan kepada nasabah, dalam konteks ini adalah para penerima TPG di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim. Tentunya kita ingin memberikan layanan yang terbaik, baik yang diberikan Kanwil Kemenag Jatim, maupun yang diberikan pihak perbankan,” ujar Bahtiar.
Bahtiar meyakini tiga hal kunci agar kerjasama dapat dipertahankan, yaitu produk, fasilitas, dan layanan apa saja yang diberikan perbankan. Jika ketiga hal ini dapat dipenuhi dan nasabah merasa puas dengan ketiganya, maka hasilnya bisa terlihat. “Jika nasabah puas, maka saya tinggal mendorong, karena yang memiliki otoritas untuk memilih perbankan mana yang akan diajak kerjasama adalah nasabah,” tambahnya.
Menurutnya pimpinan hanya memfasilitasi komunikasi antara masyarakat dengan perbankan. Sehingga bagaimana keberlangsungan kerjasama itu tergantung dari ketiga kunci tersebut.
Selanjutnya, Bahtiar menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi aktif antara kedua belah pihak. “Penting untuk saling mengisi, melengkapi, dan menguatkan. Tidak mungkin kerjasama dapat dibangun tanpa adanya kolaborasi yang baik. Perbankan juga harus menyampaikan segala informasi, produk baru, dan update lainnya yang dapat diberikan perbankan kepada nasabah. Sehingga nasabah juga selalu update,” tegasnya.
Bahtiar berharap ‘simbiosis mutualisme’ yang terjalin ini dapat memberikan keuntungan kemanfaatan dan kualitas layanan dari Kemenag dan perbankan kepada masyarakat. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















