BN News – Semesta Buku Bertasbih adalah Pameran Buku Autobiografi & Seni hasil karya siswa-siswi SMKN 1 Boyolangu tahun ajaran 2024 – 2025. Pelajarannya adalah Seni Budaya (seni rupa). Pameran bertempat di Perpustakaan SMKN 1 Boyolangu Tulungagung. Berlangsung tanggal 2 sampai 5 Juni 2025.
Pertanyaannya, mengapa harus dipamerkan di Perpustakaan?
Itu tidak lebih adalah doa dan harapan , agar 5, 10 , 20 tahun lagi, nama – nama merekalah yang ada dan mengisi di rak buku perpustakaan itu !
Pada awalnya adalah pembelajaran di kelas. Pelajaran Seni Budaya ada tugas membuat buku diary seni.
Dari buku diary seni yang sederhana itu, pada akhirnya menghasilkan buku – buku yang memiliki daya pukau dalam narasi dan diksi.
500 lebih karya buku baru hadir dan menjadi sumber bacaan di perpustakaan. Dalam aplikasi pembelajaran, Iqro ‘ bacalah ! dimaknai sebagai perintah Nya untuk melihat atau membaca diri sendiri.
Sehingga tidak ada ghibah, menggunjing orang lain. Akhirnya energi itu agar sibuk menggunjing diri sendiri, sehingga demikian sibuknya, menjadi lupa untuk menilai orang lain.
Di buku – buku karya mereka ada aspek sejarah, psikologi, ekonomi, psikologi, spiritualitas, agama, motivasi, neurologi serta harapan impian dll.
Baik Multiple inteligence, analisis kelebihan diri, cita – cita dan 100 impian untuk diwujudkan.
Sehingga tidak sempat untuk mengeluh, untuk kemudian menikmati rasa bersyukur kepada Nya..
Adapun analisis kelemahan diri untuk bersikap bersabar, prosesi menerima, memaafkan pada diri sendiri. Sehingga yang ada tetap kebahagiaan, trimo ing pandum, rasa kebersyukuran tanpa ujung.
Kalaupun ada 30-an murid yang tetap berkumpul bersama, itu demi dan untuk terus belajar.
Itu tak lebih karena ingin mewujudkan 100 impian yang lain. Salah satunya bisa umroh bersama. 3 sampai 5 tahun lagi.
Insya Allah 3x.
Maka, Pendidikan Seni Rupa ternyata bisa kemana- mana. Arenanya meluas, mendalam dan bahkan bisa melangit membumbung tinggi.
Serius, Pembelajaran seni budaya (seni rupa) akhirnya begitu asyik dan menggairahkan. Dan yang utama adalah, bahwa melalui buku – buku yang kini dipamerkan itu, pada hakekatnya mereka sedang bertasbih memuji Tuhannya. Buku – buku yang ditulis itupun turut bertasbih dalam semesta alam raya. (*)
*Anang Prasetyo, Penulis adalah pelukis dan Guru Seni SMKN 1 Boyolangu sekaligus Pembina Komunitas Padhang Njingglang Tulungagung
















