BN News – Setelah menjalani 30 hari prosesi pemulangan para jemaah haji 1446 H/2025 M, kedatangan kloter SUB 97 menjadi kloter terakhir yang tiba di Debarkasi Surabaya.
Selanjutnya Penutupan Operasional Pemulangan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya dilaksanakan pada Jumat (11/7) di Bir Ali Asrama Haji Surabaya, setelah seluruh rangkaian pemulangan kloter berakhir.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, selaku Ketua PPIH, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Jatim, Moh. As’adul Anam selaku Sekretaris PPIH, serta diikuti seluruh PPIH Debarkasi Surabaya.
Dalam sambutannya, Kabid PHU Kanwil Kemenag Jatim, As’adul Anam menyampaikan laporan terkait statistik kedatangan jemaah haji Debarkasi Surabaya. “Kita sudah melalui bersama dinamika Haji 1446H/2025 M. Embarkasi Surabaya adalah embarkasi yang luar biasa, kita memberangkatkan 36.815 orang jemaah dan sebanyak 36.701 pulang kembali ke Indonesia. Selisih 114 jemaah dari berangkat dan pulang. Terdapat 94 jemaah yang wafat di Saudi, 12 jemaah yang pulang secara mandiri, 5 jemaah yang sedang di rawat di Arab 5, dan 1 jemaah ghoib yang berasal dari SUB 79”, ucap Anam.
Dari statistika tersebut, Anam menambahkan bahwa yang menjadi perhatian saat kepulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya adalah adanya dua kloter tertunda. “Kloter SUB 43 dan 44 menjadi fokus nasional, karena kepulangannya ditunda demi keselamatan para jemaah. Selain itu, kloter SUB 33 juga menjadi viral di media karena harus mendarat darurat di Kualanamu akibat teror bom”, disampaikan Anam.
Kabar membahagiakan juga hadir dalam prosesi pemulangan jemaah haji tahun ini, karena terdapat jemaah yang melahirkan di Arab Saudi. Jemaah tersebut berasal dari kloter SUB 83, yang melahirkan prematur di Mekkah. Namun sampai saat ini, baik ibu dan bayi masih belum bisa kembali ke tanah air.
Sebelum menutup secara resmi, Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh PPIH Debarkasi Surabaya. “Terima kasih yang tak terhingga untuk semua PPIH Embarkasi Debarkasi Surabaya. Terima kasih untuk waktu, tenaga dan pikiran yang diberikan untuk seluruh proses demi keberhasilan Haji 2025. Saya mohon maaf jika ada hal-hal yg kurang berkenan sari saya selaku pimpinan”, ujar Bahtiar.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan haji 2025 ini merupakan pelaksanaan haji tersukses sepanjang sejarah, karena mampu mengatasi kesulitan yang luar biasa, seperti open seat, hingga syarikah. Menurut Bahtiar, Syarikah juga memiliki efek yang baik, salah satunya adalah terjalinnya tali silahturahmi yang semakin kuat.
“Terjalin komunikasi antara PPIH dengan KBIH, para kepala kantor Kemenag, para kepala seksi PHU, hingga masyarakat. Selain itu syarikah membuat jemaah menjadi mandiri, karena di sana terpisah-pisah satu dengan yang lain”, jelas Bahtiar.
Bahtiar juga mengingatkan untuk tetap mengambil hal-hal baik dari segala peristiwa yang terjadi dalam kegiatan Haji 2025 ini. “Semua yang terjadi atas izin dan kehendak Allah, semua itu terjadi pasti ada maksud dan tujuannya. Kita hanya perlu memberikan yang terbaik, semaksimal mungkin. Mari kita jaga semangat dan silahturami kita ini”, tegasnya. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















