BN News – Sebanyak 21 Madrasah Aliyah di bawah naungan KKMA 02 Gresik berkumpul dalam Workshop “Pemahaman dan Penerapan Deep Learning” yang digelar di Whiz Prime Hotel, Malang, pada 19-20 Juli 2025.
Bukan sekadar workshop biasa, kegiatan ini mengangkat tema besar: “Mengajar dan
Mendidik dengan Hati: Menebar llmu dengan Penuh Cinta”. Sebuah pendekatan baru yang
memadukan teknologi dan ketulusan hati dalam proses pendidikan.
Turut hadir dalam kegiatan ini,.Sugiyo, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim. Dalam arahannya,beliau menekankan bahwa pendidikan hari ini tidak bisa lagi hanya berorientasi pada nilai atau administrasi belaka.
“Guru itu ibarat orang tua. Murid harus diperlakukan sebagai manusia yang tumbuh, bukan sekadar angka di rapor sebab standar pendidikan bukan di atas kertas, tapi di kehidupan nyata para siswa.”
Beliau juga menyinggung pentingnya asesmen awal dan keberanian madrasah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan real siswa, terutama dalam mata
pelajaran inti seperti Qur’an Hadits.
Kasubag TU Kemenag Gresik, Muh. Ali Faiq, turut mengapresiasi peran operator
madrasah sebagai Kuasa Pengguna Aplikasi (KPA). Menurutnya, operator bukan hanya
penjaga data, tapi juga penentu arah digitalisasi madrasah. la juga menyampaikan bahwa atlet-atlet PORSENI dari madrasah sudah dilaporkan ke KONI Gresik agar dibina lebih lanjut.
Sementara itu,Ketua KKMA 02 Gresik, H. Samari, menyampaikan capaian luar biasa
madrasah binaannya: Juara umum KSM, Juara Umum PORSENI, hingga menyumbang 3 Emas di Porprov Jatim 2025.
Dukung terus madrasah sebagai ruang bertumbuh yang berbasis cinta dan data.
Hormati guru. Dukung operator. Berdayakan siswa. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















