• Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, June 2, 2026
  • Login
Bumi Nusantara News
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
Bumi Nusantara News
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

MEMPERTANYAKAN NARASI HYPERABSTRACT WAHYU NUGROHO

Telisik Hati by Telisik Hati
5 August 2025
in Seni & Budaya
0
MEMPERTANYAKAN NARASI HYPERABSTRACT WAHYU NUGROHO
551
SHARES
551
VIEWS
WhatAppsFacebook

Oleh: Arik S. Wartono

Secara pribadi saya tidak ada masalah dengan Mas Wahyu Nugroho, seniman Pasuruan yang dikenal telah menjadi motor penting perhelatan even seni rupa tahunan di Pasuruan, “Gandeng Renteng”.

Maka tentu saya tidak ada sentimen pribadi, juga tendensi dalam kepentingan apapun terhadap sosok beliau.

Namun dalam wacana “hyper-abstract” yang diusungnya, saya memantau banyak celah-cacat konseptual atas narasi yang diusungnya tersebut.

Pertama,
Dari sudut pandang etimologi.

kata “etimologi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “etymon” (makna sebenarnya) dan “logos” (ilmu atau studi). Jadi, secara harfiah, etimologi berarti “ilmu tentang asal-usul kata”.

Etimologi adalah studi tentang asal-usul kata dan bagaimana maknanya berubah sepanjang sejarah. Secara lebih rinci, etimologi mempelajari asal-usul kata, bagaimana kata tersebut dibentuk, dan bagaimana maknanya berkembang dari waktu ke waktu.

Etimologi membantu kita memahami dari bahasa mana suatu kata berasal dan bagaimana kata tersebut masuk ke dalam bahasa lain.

Etimologi juga mempelajari perubahan makna kata seiring berjalannya waktu. Makna suatu kata bisa saja bergeser atau bahkan mengalami perubahan yang signifikan dari waktu ke waktu.

Memahami etimologi dapat membantu kita memahami makna kata dengan lebih mendalam, serta memahami sejarah dan perkembangan bahasa.

Dalam konteks etimologi, narasi hyper-abstract yang diusung oleh Wahyu Nugroho tampaknya tidak memiliki cukup landasan keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Kedua,
Epistemologi

Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari pengetahuan, termasuk sumber, metode, lingkup, dan validitasnya. Secara sederhana, epistemologi adalah teori tentang pengetahuan. Epistemologi juga mempertanyakan bagaimana kita tahu apa yang kita ketahui dan bagaimana kita bisa yakin tentang pengetahuan tersebut.

Lebih detailnya, epistemologi membahas tentang

Sumber pengetahuan:
Dari mana pengetahuan berasal? Apakah dari pengalaman indra, akal budi, intuisi, atau wahyu?

Metode perolehan pengetahuan:
Bagaimana cara kita mendapatkan pengetahuan? Apakah melalui observasi, eksperimen, penalaran, atau cara lain?

Struktur pengetahuan:
Bagaimana pengetahuan tersusun dan terorganisir?

Validitas pengetahuan:
Bagaimana kita mengetahui bahwa pengetahuan yang kita miliki itu benar atau valid?

Dalam konteks wacana “hyper-abstract” yang diusung oleh Wahyu Nugroho, validitasnya layak diragukan.

Ketiga,
Sejarah seni abstrak khususnya seni lukis

Mengutip dari buku Hermeneutika, Estetika, dan Religiusitas: Esai-Esai Sastra Sufistik dan Seni Rupa (2004), sejarah perkembangan seni abstrak bermula dari Barat. Diperkirakan seni abstrak mulai dikenal di abad ke-19 di Eropa.

Kemudian pada awal abad ke-20, seni ini mulai berkembang cukup pesat di Amerika Serikat. Pada awal kemunculannya, seni abstrak berhasil memunculkan aliran seni baru di Barat, yang mana sebelumnya selalu berkutat pada aliran rasionalisme, empirisme, materialisme serta realisme.

Setelah seni abstrak makin dikenal, beberapa pelukis mulai beralih ke jenis seni ini. Para pelukis mulai merepresentasikan obyek nyata ke seni abstrak dengan mengutamakan warna simbolik dibanding warna alami.

Saat beralih ke seni abstrak, para pelukis di era itu mulai mengabaikan tiruan kenyataan atau obyek nyata alam dan lebih memilih membuat isyarat obyek tersebut. Para pelukis juga lebih mengutamakan gagasan mereka tentang karya seni yang akan dibuat, dibanding observasi.

Seni abstrak adalah salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan objek dalam dunia asli, tetapi menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional. Pada awal abad ke-20, istilah ini lebih digunakan untuk mendeskripsikan seni seperi kubisme, ekspresionisme abstrak, suprematisme, De Stijl, dan seni futuristik.

Tokoh penggeraknya yang paling terkenal,
Wassily Kandinsky, Kazimir Malevich, Piet Mondrian

Di Indonesia, terutama para pelukis “blok Bandung’ seperti Ahmad Sadali, A.D. Pirous, Fadjar Sidik dan Umi Dachlan, yang banyak disebut telah mengekplorasi seni Ekspresionisme abstrak dalam karya-karyanya.

Kalau kita memeriksa kembali narasi “hyper-abstract” yang dinarasikan secara ngeyel oleh Wahyu Nugroho, jejak sejarahnya gak akan ketemu.

Sekarang mari kita bedah tentang garis besar wacana “hyper-abstract yang diusung oleh Wahyu Nugroho

“Hyper-Abstract” dalam konteks seni lukis versi Wahyu Nugroho, merujuk pada gaya yang menggabungkan elemen abstraksi spontan dengan kontrol visual yang ketat dan eksplorasi teknis. Gaya ini melibatkan perpaduan antara bentuk organik yang tak terdefinisi dengan bentuk geometris tegas, menciptakan medan visual yang kaya dan kompleks.

Pertanyaan mendasar:

“Di mana Hyper-nya” ketika maksa dipertautkan dengan seni rupa abstrak?”

Jika seni lukis abstrak disandingkan dengan kata “hyper” yang dimaknai sebagai “melampaui” atau “ekstrem”, berikut beberapa seniman yang telah melakukan eksplorasi seni lukis abstrak yang bisa dikategorikan sebagai “ekstrem” tapi kalau karya-karya mereka disebut “HYPERABSTRACT” juga belum tentu:

1. *Jackson Pollock* (Amerika): Dikenal dengan teknik dripping dan splashing cat, Pollock menciptakan karya-karya abstrak yang sangat ekspresif dan dinamis.

2. *Mark Rothko* (Amerika): Meskipun tidak sepenuhnya “hyperabstract”, Rothko dikenal dengan karya-karya abstraknya yang menggunakan bidang warna besar dan intens.

3. *Willem de Kooning* (Belanda-Amerika): Sebagai salah satu pelopor ekspresionisme abstrak, de Kooning menciptakan karya-karya yang sangat ekspresif dan abstrak.

4. *Cy Twombly* (Amerika): Twombly dikenal dengan karya-karya abstraknya yang menggunakan goresan-goresan seperti graffiti dan simbol-simbol yang tidak jelas.

5. *Gerhard Richter* (Jerman): Richter dikenal dengan karya-karya abstraknya yang menggunakan teknik-teknik yang beragam, termasuk penggosokan dan pengaburan cat.

6. *Julie Mehretu* (Etiopia-Amerika): Mehretu menciptakan karya-karya abstrak yang kompleks dan berlapis, menggunakan teknik-teknik seperti arsitektur dan grafiti.

Seniman-seniman ini dan banyak lainnya telah melakukan eksplorasi seni lukis abstrak ekstrem dan menciptakan karya-karya yang sangat unik dan inovatif. Apakah karya-karya mereka ini bisa dikategorikan “hyper-abstract”?

Kita ambil contoh Mark Rothko ( Latvia: Markus Rotkovičs, Rusia: Марк Ротко; lahir Маркус Яковлевич Роткович, Marcus Yakovlevich Rothkowitz, September 1903 – 25 Februari 1970) adalah seorang pelukis dari Amerika keturunan Yahudi Rusia. Ia umumnya diidentifikasi sebagai abstrak ekspresionisme, meskipun Ia sendiri menolak label ini dan bahkan menolak klasifikasi sebagai “pelukis abstrak”. Dengan Jackson Pollock dan Willem de Kooning, ia adalah salah satu seniman Amerika yang paling terkenal pasca perang.

Meski Rothko ngeyel menolak karya-karyanya diidentifikasi sebagai seni lukis abstrak, tetap saja identifikasi oleh kurasi dunia seni lukis mengarah pada hal tersebut, dan apakah ini termasuk “hyper-abstract”?

SOLUSI YANG SAYA TAWARKAN

Tentu tidak elok jika saya meyanggah narasi yang diusung oleh Wahyu Nugroho tanpa saya memberi tawaran solusi.

Memeriksa detail wacana “hyper-abstract”-nya Wahyu Nugroho, dalam pengamatan saya justru lebih cocok jika karya-karya beliau diidentifikasi sebagai jenis karya lukis “Abstrak kontemplatif” atau “contemplative-abstract”

Istilah “abstrak kontemplatif” saya adopsi dari terminologi “contemplative photography” atau yang lebih populer dengan istilah “fotografi miksang”.

Miksang, berasal dari bahasa nepal yg jika diterjemahkan berarti “good eye”. Diperkenalkan oleh dua orang fotografer yg berguru pada seorang bikshu bernama Chögyam Trungpa yang juga seorang seniman “dharma art”.

Miksang fotografi adalah pendekatan fotografi kontemplatif yang menekankan pada “melihat” dengan cara yang jernih dan tanpa filter, serta mengekspresikan pengalaman visual secara langsung melalui kamera. Ini bukan hanya tentang mengambil gambar, tetapi tentang menyelaraskan mata, pikiran, dan hati dalam menangkap esensi dari apa yang dilihat. Miksang, yang berarti “mata baik” dalam bahasa Tibet, mengajarkan untuk melihat dunia apa adanya, tanpa prasangka atau penilaian.

Fotografi Miksang didasarkan pada pengalaman visual autentik yang diungkapkan persis seperti yang terlihat—True to Life.

Miksang adalah bentuk fotografi kontemplatif yang mengajak kita melihat dunia dengan cara baru. Dalam beberapa hal, Miksang tampak sangat sederhana, tetapi tidak selalu mudah.

Jika kita dapat memusatkan perhatian pikiran kita, kesadaran kita, pada indra penglihatan kita, kita akan melihat persepsi yang hidup dan memukau secara utuh dan menyeluruh, tanpa gangguan. Dan ketika itu terjadi, kita dapat terhubung dengan apa yang kita lihat secara mendalam dan intim.

Hal ini memerlukan ketenangan pikiran, kesabaran, dan keinginan untuk benar-benar melihat apa yang ada di sana, sehingga kita dapat memahami cara mengekspresikan apa yang kita lihat dengan kamera kita secara sederhana dan tepat.

Miksang adalah fotografi di mana kita menggunakan kamera untuk mengekspresikan persepsi visual kita persis seperti yang kita alami. Karena kita tahu bagaimana mempersiapkan diri untuk menerima persepsi ketika kita melihatnya, dan kita tahu bagaimana memahami dengan tepat apa yang telah kita lihat, kita pun tahu persis bagaimana mengekspresikannya dengan kamera kita. Gambar yang dihasilkan merupakan ekspresi persis dari mata, pikiran, dan hati kita saat terhubung dengan persepsi tersebut.

Pengamatan saya atas visual karya-karya lukis Wahyu Nugroho yang disebutnya dengan narasi “hyper-abstract”, justru lebih terhubung dengan narasi “contemplative photography” atau “fotografi Miksang”, mulai dari pemahaman konsep detail indra penglihatan, persepsi yang hidup, sekaligus kesadaran atas kedalaman objek yang didekati secara intim oleh sang seniman. (*)

Salam Budaya,

Malang, 4 Agustus 2025

Arik S. Wartono
Kurator seni rupa,
Pendiri Sanggar DAUN

Previous Post

Luar Biasa !! Tim PMR Wira MAN 2 Gresik Borong Prestasi di Ajang Jayapalmera XI Tingkat Nasional

Next Post

Dandim Hadir Dukung Program Pendidikan untuk Wong Cilik saat Mensos RI Kunjungi Sekolah Rakyat di Gresik

Telisik Hati

Telisik Hati

Next Post
Dandim Hadir Dukung Program Pendidikan untuk Wong Cilik saat Mensos RI Kunjungi Sekolah Rakyat di Gresik

Dandim Hadir Dukung Program Pendidikan untuk Wong Cilik saat Mensos RI Kunjungi Sekolah Rakyat di Gresik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

1 June 2026
Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

1 June 2026
PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

1 June 2026
Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

1 June 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

20 January 2025
Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

3 January 2025
Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

14 September 2023
Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

13 December 2024
IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

3
Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

2
PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

1
Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

Bersama Ustadz Budi Setya, M.PSDM, Maskumambang Sukses Gelar Pembinaan Character Building

1
Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

1 June 2026
Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

1 June 2026
PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

1 June 2026
Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

1 June 2026
Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

Peringati Hari Lahir Pancasila, DPC PDI Perjuangan Gelar Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

1 June 2026
Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

Top !! Lolos Jalur Langit SNBT, Tiga Santri Refah Islami Diterima di Perguruan Tinggi Negeri Ternama

1 June 2026
PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

PAIS Kemenag Gresik Gelar Rakor di Villa Omahtani: Membangun Sinergi Meraih Prestasi

1 June 2026
Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

Luar Biasa !! Sabrina Maulidah Siswi MIN 2 Gresik Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia Tertinggi se-Kabupaten Gresik

1 June 2026
Cetak Generasi Qurani !! 13 Santri MATQ Sunanul Muhtadin Ukir Prestasi Gemilang Bidang Tasmi’ Al-Qur’an di Bulan Mei 2026

Cetak Generasi Qurani !! 13 Santri MATQ Sunanul Muhtadin Ukir Prestasi Gemilang Bidang Tasmi’ Al-Qur’an di Bulan Mei 2026

1 June 2026
Inilah Deretan Prestasi Tingkat Nasional Santri MATQ Sunanul Muhtadin Sepanjang Bulan Mei 2026

Inilah Deretan Prestasi Tingkat Nasional Santri MATQ Sunanul Muhtadin Sepanjang Bulan Mei 2026

1 June 2026

Bumi Nusantara News

© 2023 Buminusantaranews.com.

Navigate Site

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata

© 2023 Buminusantaranews.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In