Kebomas Gresik, BN News – Momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Gresik, Minggu pagi (17/8), menjadi panggung istimewa bagi 77 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2025. Dari 39 putra dan 38 putri terbaik yang resmi dikukuhkan Pemerintah Kabupaten Gresik, salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Dwi Noviyanti, siswi kelas XI SMAN 1 Gresik.
Dengan postur 171 sentimeter, Noviyanti dipercaya masuk Pasukan 17, barisan pengibar inti yang bertugas mengawal Sang Merah Putih. Senyumnya tegar, langkahnya mantap. Namun di balik penampilan anggun itu, tersimpan cerita hidup yang penuh perjuangan.
Putri bungsu pasangan Slamet Purwanto dan Jumrotin, warga Jalan KH Abdul Karim, Gresik, ini lahir pada 8 November 2008. Masa kecilnya banyak dihabiskan membantu sang ibu berjualan martabak di depan SDNU Tratee Gresik. Sementara ayahnya sehari-hari bekerja sebagai juru parkir. Hidup mereka sederhana, tinggal di gang kecil dengan serba keterbatasan.
“Sejak kecil saya terbiasa membantu jualan ibu. Itu melatih saya disiplin, sabar, dan tidak malu bekerja keras,” ujar Noviyanti.
Hobinya bermain voli menambah fisik kuat dan mental tangguh, bekal penting saat menjalani pelatihan Paskibraka sejak pertengahan Juli lalu. Setiap hari, ayahnya setia mengantar latihan dengan sepeda motor pinjaman.
“Saya tidak pernah menyangka anak saya bisa berdiri gagah di depan bupati, mengibarkan bendera. Rasanya seperti mimpi,” ucap Slamet, terisak bangga.
Keluarga Noviyanti memang penuh pengorbanan. Sang kakak, mahasiswa semester tujuh Universitas Muhammadiyah Gresik, harus cuti kuliah karena keterbatasan biaya. Kini ia bekerja serabutan demi menopang ekonomi keluarga. Melihat kenyataan itu, cita-cita Noviyanti sederhana, ingin membanggakan orang tua dan mengangkat derajat keluarga.
Seleksi yang dilalui Noviyanti bukan perkara mudah. Ia menyisihkan puluhan peserta dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Gresik. Prosesnya ketat, mulai dari tes fisik, mental, kedisiplinan, hingga pembinaan karakter yang dipimpin langsung Komandan Kodim 0817/Gresik, Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, selama 30 hari.
Bagi Noviyanti tugas mengibarkan bendera bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan sekaligus hadiah untuk bapak dan ibunya yang kini terus berjuang.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menitip pesan khusus kepada generasi muda, terutama Paskibraka.
“Bangsa ini didirikan penuh pengorbanan, penuh tumpah darah. Mereka bersatu, dan lahirlah NKRI. Kini tugas generasi muda menjadi generasi kuat, unggul, kokoh secara spiritual, dan kaya intelektual,” kata Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik. (Telisik Hati)
















