GRESIK, BN News – “Tak lelah mengabdi untuk kota santri”. Predikat ini memang layak disandang seorang Dr. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd. Betapa tidak, kendati tak lagi menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup), perempuan tangguh yang akrab disapa Bu Min ini tetap berikhtiar keras mendedikasikan dirinya untuk terus mengabdi demi memajukan Bumi Wali Kota Santri Gresik Tercinta.
Seperti yang dilakukan Bu Min (Wabup Gresik 2021-2025) memenuhi undangan Direktur Rumah Vokasi Gresik M. Choirul Rizal, S.T sebagai Narasumber dalam kegiatan Launching Guru Sinau Industri (GSI)/Magang Guru yang digelar di PT Indospring Tbk, Jumat (12/9/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bu Min yang juga pernah menjabat sebagai Kepala SMK Assa’adah Ponpes Qomaruddin Bungah ini menyampaikan banyak hal terkait “Upgrading dan Updating terhadap Perkembangan Industri untuk Para Guru”.
“Seluruh dunia usaha dan industri harus mendukung sekolah-sekolah vokasi, mulai penyelarasan kurikulum, magang guru dan siswa, pengenalan upgrading teknologi terbaru kepada sekolah, agar lulusan tidak gagap teknologi dan siap di bidang kerja sesuai kompetensinya,” jelasnya penuh semangat turut membangun Gresik tercinta, Sabtu (13/9/2025).
Lebih lanjut Bu Min yang kini mengemban amanah sebagai Dewan Pengarah TKDV (Tim Koordinasi Dasar Vokasi) Kabupaten Gresik menegaskan, untuk itu harus ada payung hukum yang jelas, baik Perbup atau Perda ditujukan bagi industri, supaya mereka mau memberikan dan membantu pendidikan praktik bagi anak-anak sekolah vokasi di Gresik.
“Semua ini bertujuan dalam rangka penurunan angka pengangguran dan kesejahteraan masyarakat Gresik,” pungkas Bu Min yang semangatnya terus menyala untuk turut mengabdi demi Gresik yang kita cintai.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik yang juga Ketua TKDV (Tim Koordinasi Dasar Vokasi) Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan pentingnya menyiapkan guru SMK agar memiliki pengalaman langsung di dunia industri. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Launching Guru Sinau Industri (GSI)/Magang Guru yang digelar di PT Indospring Tbk, Jumat (12/9). Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemkab Gresik, sekolah vokasi, dan Kadin Gresik dengan pelaku dunia pendidikan dan industri.
“Dari temuan di lapangan, ada disparitas antara apa yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan industri. Karena itu, kita punya pandangan untuk bagaimana ‘menyekolahkan’ guru sehingga nantinya mereka bisa mengajarkan siswanya dengan tepat. Cara ini efektif dan efisien, serta diharapkan dapat mendorong penyesuaian kurikulum sekolah dengan teknologi terkini di industri,” tegas Sekda.
Sekda Gresik juga mengapresiasi PT Indospring yang telah memfasilitasi program ini. Ia berharap perusahaan-perusahaan lain di Gresik mau membuka diri dan berkolaborasi dengan sekolah.
“Semakin banyak ilmu yang diserap guru, semakin baik kualitas lulusan sekolah kejuruan di Kabupaten Gresik,” tambahnya.
Senada, Direktur PT Indospring Bob Budiono menjelaskan bahwa GSI lahir dari kesadaran adanya perbedaan budaya sekolah dan industri.
“Selain budaya, guru juga harus memahami perkembangan teknologi yang berjalan pesat. Guru adalah penyokong negara dalam bidang pendidikan. Karenanya, melalui GSI kami tidak hanya berbagi pengalaman industri, tetapi juga belajar dari budaya dunia pendidikan,” katanya.
Program GSI diikuti oleh 62 guru dari 61 SMK negeri maupun swasta se-Kabupaten Gresik. Peserta akan menempuh pelatihan dalam tiga tahap, masing-masing terdiri dari 12 batch. Setiap batch berisi lima peserta dengan durasi lima hari kerja. Evaluasi dilakukan di setiap tahap untuk memastikan kompetensi peserta sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Kurikulum GSI dirancang untuk menjawab tantangan dunia kerja modern. Materi yang diajarkan meliputi budaya kerja, proses produksi, teknologi industri, keselamatan kerja, supply chain management, hingga mekanika robotika. Pelaksanaan mengadopsi metode internasional 4M (Menyiapkan, Merencanakan, Melaksanakan, dan Menyelesaikan) dengan melibatkan instruktur bersertifikat hasil kerja sama KADIN Jawa Timur dan IHK-Trier Jerman. Selain Launching, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat BNSP P3 Skema Welder 3G kepada 23 siswa SMK lulusan 2024. (Telisik Hati)
















