Sidoarjo, BN News — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar kembali meninjau langsung penanganan musibah di Pondok Pesantren (PP) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo pada hari ini, Kamis (2/10/2025).
Kehadiran Kakanwil bertujuan memberikan penguatan moral dan doa kepada para wali santri yang masih menunggu kabar anak-anaknya pasca runtuhnya gedung tiga lantai di komplek pesantren tersebut.
Hingga Kamis (2/10/2025) pukul 16.00 WIB kemarin, fase golden time atau masa kritis pencarian korban resmi berakhir. Tim SAR gabungan mulai mengerahkan personel khusus dan menyiapkan sejumlah alat berat untuk mempercepat evakuasi korban yang tertimbun di bawah reruntuhan konstruksi beton.
Proses evakuasi terus dilakukan tim gabungan dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan seluruh korban tertangani. Suasana haru dan cemas masih menyelimuti para wali santri yang setiap saat setia menanti kabar kepastian nasib putra-putrinya.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil menyampaikan motivasi agar para wali santri tetap tabah dan menyerahkan segala takdir kepada Allah SWT.
“Kami memberikan penguatan terhadap para wali santri yang sedang kalut menunggu kabar pasti kondisi anak-anaknya. Kami memotivasi agar tetap sabar serta tawakkal terhadap ketentuan Allah SWT,” tutur Kakanwil dengan mata berkaca-kaca.
Selain memberikan penguatan, Kakanwil juga meninjau langsung dapur umum yang disiapkan bagi relawan, aparat, dan wali santri. Kehadiran dapur umum menjadi upaya memastikan kebutuhan logistik tetap terpenuhi selama proses pencarian dan penanganan korban berlangsung.
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga menyalurkan santunan dan vitamin kepada para wali santri serta relawan yang berjibaku di lapangan. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban psikologis dan fisik mereka yang terus berjaga di lokasi.
Kakanwil menyampaikan doa terbaik untuk para korban, baik yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang telah meninggal dunia.
“Kami berharap para santri yang sedang dirawat segera diberikan kesembuhan, dan bagi yang meninggal dunia semoga mendapatkan husnul khotimah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kakanwil menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intens dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, aparat keamanan, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi ini mencakup penanganan korban, dukungan logistik, serta pendampingan psikologis bagi wali santri. Hal ini dilakukan agar seluruh upaya yang berjalan di lapangan dapat saling melengkapi dan memberikan hasil terbaik bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny.
Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur memastikan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh pihak terkait dalam penanganan musibah ini. Hal ini sebagai komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan, pendampingan, dan kepedulian nyata bagi masyarakat, khususnya keluarga besar Pondok Pesantren Al Khoziny.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, meninjau Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Rabu (1/10/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan dukungan dan memastikan penanganan musibah berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Ia berharap korban yang selamat segera pulih, keluarga korban meninggal diberi ketabahan, dan korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan.
“Kami turut berduka cita. Semoga para korban yang selamat segera sehat kembali, keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, dan pencarian korban lainnya dimudahkan,” ujar Akhmad Sruji Bahtiar.
Selain menyampaikan duka, Kakanwil juga mengapresiasi kinerja petugas dan relawan. Menurutnya, sejak Senin hingga Rabu, mereka bekerja tanpa henti membantu evakuasi. Ia menilai semangat dan kerja keras tersebut patut dihargai.
“Para petugas dan relawan bekerja 24 jam penuh. Ini wujud kepedulian yang luar biasa. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, Kakanwil juga meninjau posko utama serta dapur posko yang setiap hari menyiapkan kebutuhan konsumsi bagi petugas, relawan, dan masyarakat. Ia mengapresiasi kebersamaan yang terbangun di lapangan melalui gotong royong semua pihak.
Selain itu, Kakanwil menyempatkan diri membesuk santri korban yang tengah dirawat di Rumah Sakit Siti Hajar, Sidoarjo. Ia memberikan doa dan penguatan agar para korban segera pulih, serta menyampaikan harapan agar pelayanan medis berjalan maksimal.
Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan bahwa Kementerian Agama Jawa Timur akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi musibah agar penanganan berjalan cepat dan tepat.
Dalam kunjungan ini, Kakanwil didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo.
Musibah di Ponpes Al Khoziny menjadi perhatian luas, terutama karena pesantren ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di Sidoarjo. Kehadiran Kakanwil bersama jajaran Kanwil Kemenag Jatim menunjukkan bahwa pemerintah hadir mendampingi masyarakat dalam situasi sulit.
((Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















