GRESIK, BN News – Pondok Pesantren Darul Ihsan, Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Azhar Menganti, Gresik, menunjukkan komitmennya dalam pendidikan karakter dan kepedulian sosial dengan menggelar kegiatan Sholat Ghaib dan pengumpulan donasi. Acara yang dilaksanakan pada Senin pagi, 06 Oktober 2025, di halaman madrasah, ditujukan untuk para korban wafat (Syuhada’) di Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo.
Kegiatan spiritual ini dipimpin oleh Ketua PCNU Kabupaten Gresik Dr. KH. Mulyadi, MM dan dihadiri oleh seluruh jajaran Pengurus MWCNU, DMI, MUI, serta para Penyuluh Agama di Kecamatan Menganti. Kehadiran berbagai elemen organisasi dan fungsionaris keagamaan ini menegaskan sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan program-program Kementerian Agama Gresik di lapangan.
Pelaksanaan Sholat Ghaib dan doa bersama ini memiliki tujuan utama, yakni memohon ampunan dosa dan memberikan tempat terbaik di sisi Allah subhanahu wa ta’ala bagi seluruh santri yang telah wafat. Ini merupakan manifestasi dari ajaran Islam yang menekankan pentingnya solidaritas ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim) dan tanggung jawab sosial.
Selain Sholat Ghaib, juga dilakukan pengumpulan donasi yang secara simbolis diserahkan untuk membantu keluarga korban. Inisiatif ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang efektif bagi para santri Al Azhar Menganti.
Kegiatan ini mengajarkan nilai-nilai empati, gotong royong, dan tasamuh (toleransi/kepedulian) yang merupakan pilar penting dalam membentuk karakter siswa. Menurut Ikhwan (2021: 1), aksi kolektif dalam donasi dan respons kemanusiaan setelah musibah dapat memperkuat modal sosial dan mengurangi potensi konflik pasca-bencana. Oleh karena itu, keterlibatan aktif Penyuluh Agama dan lembaga pendidikan seperti Al Azhar dalam kegiatan ini sangat vital untuk menanamkan kesadaran kolektif tersebut sejak dini.
Penyelenggaraan acara ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah dan pondok pesantren di bawah binaan Kementerian Agama Gresik tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, namun juga sangat mengedepankan kecerdasan emosional dan spiritual melalui aksi kemanusiaan. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















