GRESIK, BN News – Pembinaan karakter dan kemandirian oleh MTs al Fattah Banyuurip Ujungpangkah Gresik dilakukan dengan perkemahan PERSERA (Perkemahan Selasa Rabu) 09-10 Desember 2025.
Pembinaan dikemas dengan kegiatan kenaikan tingkat. Pendidikan kepramukaan di MTs Al Fattah merupakan ekstrakurikuler wajib dari Pangkalan ini.
Pada tahun pelajaran 2025-2026 kegiatan kenaikan tingkat dilakukan sebelum liburan semester genap dan semester ganjil, kali ini sebelum liburan semester ganjil adik-adik penggalang melakukan ujian kenaikan tingkat dalam penempuhan ujian syarat kecakapan khusus (SKK), sedangkan ketika semester genap adik2 menempuh ujian kenaikan tingkat syarat kecakapan umum (SKU).
“Dari kegiatan ini adik-adik kami latih mandiri dan juga pendidikan karakter melalukan Kegiatan kepramukaan, dan sudah menjadi Agenda rutin bahwasanya kegiatan ini dilakukan tiap semester, terkadang kita kemah keluar, terkadang juga di halaman lembaga sendiri,” ujar Abdul Hafidz Zam Zami’ selaku Kepala Madrasah.
Hal senada juga ditambahkan oleh Wakasis MTs al Fattah, ibu Hj. Fifin Arnisalisah, bahwasanya pembinaan karakter dan kemandirian di MTs al Fattah ini selain melalui Pendidikan kepramukaan juga banyak kegiatan diantaranya program tahfidz, pengembangan skill anak-anak, minat dan bakat.
“Jadi kami tidak hanya melalui Pembinaan akademik semata akan tetapi juga melalui program non akademik. Terbukti kami berhasil menyabet juara 1 pada ajang lomba master chef tingkat sekolah menengah se Jawa Timur yang diadakan di Maskumambang Dukun Gresik,” ungkapnya.
“Kami juga menyabet juara 1 pada lomba cerita Islami festival Dai LDNU Ujungpangkah, dan juga juara Harapan 2 pada lomba baca puisi MACAN Fest se-Kabupaten Gresik Lamongan. Serangkaian prestasi ini mencerminkan bahwa sekolah kami memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara menyeluruh dan kemenangan kami bukan sekadar hasil dari perlombaan, tetapi juga gambaran keberhasilan sistem pendidikan yang menghargai berbagai potensi peserta didik,” bebernya.
Prestasi dalam bidang Master Chef, puisi, dan cerita Islami menjadi cerminan bahwa pendidikan harus memberikan kesempatan yang luas bagi siswa untuk mengeksplorasi bakatnya. Sekolah yang menumbuhkan kreativitas, literasi, keterampilan hidup, serta nilai spiritual akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak, terampil, dan berkarakter.
“Kemenangan ini adalah bukti bahwa pendidikan yang seimbang antara akademik dan non-akademik mampu melahirkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (Farih/Telisik Hati)
















