GRESIK, BN News – MTsN Gresik menggelar
kegiatan Kokurikuler dengan mengusung tema
“Lingkungan dan Kesehatan” selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid dari kelas 7, 8, dan 9 sebagai bagian dari penguatan karakter, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan.
Tujuan pelaksanaan kegiatan Kokurikuler ini sebagai upaya memperkuat pencapaian dimensi profil lulusan serta penguatan nilai Panca Cinta pada implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Pelaksanaan kegiatan tahun ini menampilkan berbagai aktivitas berbasis proyek dari masing-masing kelas. Setiap kelas diberi kesempatan bereksplorasi melalui tugas tematik yang tidak hanya menuntut kreativitas,
tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial. Seluruh karya dipamerkan di lingkungan madrasah sebagai bentuk apresiasi dan edukasi bersama.
Adapun tema dan jenis karya yang dikerjakan oleh masing-masing kelas adalah sebagai berikut:
1.Melukis mural dengan tema lingkungan, kesehatan, dan Sekolah Ramah Anak (SRA).
2.Membuat karya pot karakter berbahan ember ice cream.
3.Membuat karya pot karakter dari galon Le Mineral.
4.Membuat poster tematik berbasis Canva
5.Membuat mading dua dimensi
6.Membuat bunga daur ulang lengkap dengan potnya.
7.Membuat tudung saji
8.Membuat tempat tisu dari stik ice cream.
Kepala MTsN Gresik,bBapak Pamuji, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme seluruh murid dan wali kelas, guru wali, dan koordinator masing-masing kelas. Beliau menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler ini merupakan wujud nyata komitmen madrasah dalam menanamkan kecintaan terhadap lingkungan sekaligus mendorong budaya hidup sehat.
“Melalui kegiatan berbasis projek seperti ini,murid-murid tidak hanya belajar tentang lingkungan dan kesehatan, tetapi juga belajar bekerja sama, berkreasi, serta memiliki
rasa tanggung jawab terhadap ruang hidup mereka,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).
Untuk diketahui, Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar intrakurikuler (kelas) yang dirancang untuk memperkuat, memperdalam, atau memperkaya materi pelajaran, serta mengembangkan karakter dan kompetensi siswa secara kontekstual melalui praktik langsung dan proyek bermakna, menjembatani teori dengan dunia nyata.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kurikulum yang mendukung pengembangan dimensi Profil Pelajar Pancasila, menumbuhkan karakter seperti kemandirian, kepedulian sosial, dan keterampilan abad 21. (Telisik Hati)
















