BN News – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jawa Timur) menyambut dan mendukung pelaksanaan Safari Keagamaan Antikorupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas). Kegiatan bertema “Strategi Trisula Pencegahan Korupsi Bidang Keagamaan” tersebut berlangsung secara hybrid di Aula Kanwil Kemenag Jawa Timur, Selasa (13/1).
Pimpinan KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi terkait strategi Trisula yang mencakup pendidikan, pencegahan, penindakan, serta penguatan peran masyarakat. “Tanamkan integritas sejak dini, rawat hingga nanti. Dengan pendidikan, orang tidak ingin melakukan korupsi,” ujarnya.
Pada aspek pencegahan, Ibnu menegaskan perlunya perbaikan sistem. “Pencegahan berarti memperbaiki sistem agar tindak pidana korupsi menjadi sulit dilakukan,” katanya. Sementara terkait penindakan, ia menuturkan, “Penindakan memberikan efek jera, dan peran masyarakat sangat menentukan.”
Ia juga memaparkan 30 bentuk tindak pidana korupsi yang dikelompokkan ke dalam tujuh kategori, serta menekankan sembilan nilai integritas ASN. “Jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras—ini nilai yang harus dijaga,” tegasnya.
Terkait kolaborasi, Ibnu menjelaskan bahwa Kementerian Agama merupakan mitra strategis KPK dalam pendidikan dan pencegahan korupsi. Ia menyebut sejumlah program bersama Kementerian Agama yang sudah dilakukan pada tahun 2025, seperti penyelenggaraan e-learning gratifikasi dan Safari Keagamaan Antikorupsi di beberapa Kantor Wilayah Kementerian Agama, serta penerbitan buku Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi Menurut Perspektif Agama di Indonesia.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran KPK yang dinilainya memberikan penguatan penting bagi komitmen integritas di lingkungan ASN Kementerian Agama. Ia menilai forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperdalam pemahaman serta memperkuat implementasi nilai-nilai antikorupsi dalam tata kelola pemerintahan.
Ia juga menegaskan bahwa integritas bukan hanya prinsip moral, tetapi fondasi utama dalam memberikan layanan publik yang bersih dan akuntabel. “Jabatan ini adalah amanah, bukan fasilitas. Jalankan sebaik-baiknya sesuai regulasi yang berlaku,” pungkasnya.
Dari Kanwil Kemenag Jawa Timur, kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, serta para Pembimbing Masyarakat. Turut hadir Kepala Kantor dan Kepala Subbag Tata Usaha Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Pimpinan organisasi dan kelompok kerja seperti Ketua APRI Jawa Timur, Ketua IPARI Jawa Timur, Ketua KKM MIN/MTsN/MAN Jawa Timur, serta Ketua Pokjawas Madrasah dan PAIS Jawa Timur juga mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui Safari Keagamaan Anti Korupsi ini diharapkan mampu memperkuat budaya integritas di lingkungan ASN Kementerian Agama, mendorong pencegahan korupsi melalui edukasi dan perbaikan sistem, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat keagamaan dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















