BN News – Ummi Foundation, lembaga penjamin mutu pendidikan Al-Qur’an berbasis di Surabaya yang berfokus pada peningkatan kualitas guru dan lembaga pendidikan melalui Metode Ummi, mengundang Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kabid PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Imam Turmidi, sebagai pembicara utama dalam kegiatan pembinaan ruhiyah pegawai. Kegiatan bertema Tarhib Ramadhan tersebut digelar pada Selasa (27/01) di Kantor Ummi Foundation sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Dalam paparannya, Kabid PD Pontren, Imam Turmidi, menekankan bahwa pembinaan ruhiyah merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kualitas ibadah, serta menanamkan nilai keikhlasan dan integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, momentum Tarhib Ramadhan menjadi kesempatan untuk memperkuat spiritualitas sekaligus meningkatkan etos kerja pegawai.
Imam Turmidi turut menyampaikan beberapa masukan yang dinilai dapat memperkuat pembinaan ruhiyah sekaligus meningkatkan kebermanfaatan Ummi Foundation bagi masyarakat. Ia menegaskan, “Salah satu yang bisa dilakukan adalah Program 18–19, yaitu gerakan tanpa HP pada pukul 18.00 sampai 19.00 yang diisi dengan membaca atau mendengarkan Al-Qur’an. Program sederhana ini insyaallah sangat efektif untuk menumbuhkan kedekatan spiritual dan membangun budaya Qur’ani.”
Lebih lanjut, ia juga mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan gebyar di sejumlah wilayah. “Cobalah membuat gebyar di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur. Ini langkah strategis agar masyarakat lebih cepat mengenal Ummi Foundation,” ujarnya.
Diakhir, Imam Turmudi menutup dengan penegasan bahwa program-program tersebut dapat memperkuat peran Ummi Foundation di tengah masyarakat. “Program-program ini merupakan langkah tepat untuk mempercepat pengenalan Ummi Foundation,” tegasnya.
Ummi Foundation berharap kegiatan pembinaan ruhiyah dapat menjadi agenda berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen mencetak sumber daya manusia yang religius, profesional, dan berakhlak mulia. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















