MUI GRESIK, BN News – Menghadirkan Ramadan sebagai momentum kebangkitan spiritual, MUI Kabupaten Gresik menggelar Majelis Istigotsah dan Sholawat bersama warga binaan di Pesantren At-Taubah Rutan Kelas IIB Gresik, Rabu (4/3/2026) bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 H.
Kegiatan ini menjadi ikhtiar MUI Gresik untuk membangkitkan semangat, optimisme, serta tekad memperbaiki diri para warga binaan agar mampu meraih kemuliaan Ramadhan meski berada di balik jeruji.
Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag menyampaikan bahwa seluruh warga binaan adalah santri Pesantren At-Taubah.
“Panjenengan semua adalah santri. Santri itu orang yang mencari ilmu, dan pencari ilmu dijamin surga oleh Allah, insyaallah jannatun na’im,” ujarnya memberi penguatan.
Tidak hanya itu, Prof Chalik juga menjelaskan makna filosofis kata santri, sebagaimana dawuh Kiai As’ad Syamsul Arifin.
“Huruf sin dalam kata santri bermakna Satirul ‘anil ‘uyub, menjadi penutup dan benteng dari perbuatan buruk. Huruf nun bermakna Naibul ‘anil ulama, wakil para ulama yang menyampaikan pesan kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan huruf ta’ bermakna Tarkul ma’siat, meninggalkan segala bentuk kemaksiatan,” ujar Prof. Chalik.
Prof. Chalik juga menyampaikan, agar para warga binaan tidak pesimis meski sedang menjalani masa hukuman.
“Banyak ulama dan tokoh besar pernah merasakan penjara, di antaranya Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad bin Hanbal, Muhammad Rasyid Ridha, Muhammad Abduh, Hasan al-Banna, hingga Buya Hamka. Namun kondisi tersebut tidak menghalangi mereka untuk tetap mulia di hadapan Allah. Maka manfaatkan waktu di sini untuk refleksi dan mendekatkan diri kepada Allah,” pesannya.
Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Gresik yang terus memberikan perhatian dalam pembinaan keagamaan warga binaan.
“Kepada para warga binaan, kami berharap semoga bisa terus lebih baik setiap harinya, dan ketika lulus (dari masa hukuman) menjadi manusia yang lebih baik. Apalagi Idul Fitri besok ada remisi, jadi jangan sampai melanggar, agar remisinya tidak batal,” kata Kepala Rutan, yang disambut gemuruh tepuk tangan dari warga binaan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Gresik H. Muhamad Mujib, M.Pd.I. menyampaikan terima kasih atas konsistensi MUI Gresik dalam membina para santri At-Taubah, dan menyampaikan bahwa Baznas akan terus mendukung kegiatan pembinaan keagamaan di Rutan.
“Sekecil apa pun niat baik kita, semoga membawa kebaikan. Yakinlah manusia hidup untuk meraih kebahagiaan dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat,” tuturnya.
Istigotsah dan sholawat dipimpin oleh KH. Syaiful Munir, Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Gresik. Para santri yang merupakan warga binaan mengikuti rangkaian istigotsah dan sholawat bil qiyam dengan khusyuk.
Dalam nasihatnya, Kiai Syaiful Munir mengingatkan bahwa Allah Maha Baik dan senantiasa memberi kemudahan.
“Allah itu mudah, yang sulit itu hablumminannas. Mudah-mudahan kita semua mendapat ampunan Allah dan juga ampunan manusia,” ujarnya.
Tidak lupa, Kiai Syaiful Munir juga mengajak seluruh santri untuk tidak lupa mendoakan kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
“Jangan lupa mendoakan orang tua kita, yang masih hidup semoga panjang umur, yang sudah meninggal semoga diampuni Allah dan min ahlil jannah,” dawuh Kiai Syaiful Munir.
Turut hadir Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag., Bendahara Umum H. Khoirul Anwar, S.H., M.H., Ketua Bidang Dakwah Drs. Nur Fakih, para ustadz pengajar Pesantren At-Taubah, serta mitra dakwah MUI Gresik dari perwakilan pimpinan Nurul Hayat Gresik.
Melalui istigotsah dan sholawat ini, MUI Kabupaten Gresik berharap Ramadhan benar-benar menjadi bulan pengampunan, pembinaan, dan kebangkitan spiritual bagi seluruh warga binaan, sehingga kelak kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermartabat. (*)
















